Destinasi Wisata Gumbang Ganang, Embung di Pohon Purba Lombok Timur NTB

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Destinasi wisata alam Gumbang Ganang di Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat atau NTB. Dok. Istimewa

    Destinasi wisata alam Gumbang Ganang di Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat atau NTB. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Mataram - Wisatawan yang merindu hutan lebat, pohon rindang, udara segar, gemericik air, dan cuit burung liar bisa datang ke Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat atau NTB. Di sana terdapat destinasi wisata alam Gumbang Ganang.

    Gumbang berarti kolam penampungan air untuk keperluan irigasi. Adapun ganang adalah nama kayu dari pohon purba yang berusia ratusan tahun yang terdapat di sekitar penampungan air tadi. Luas embung ini sekitar satu hektare dan separuhnya sudah dikelola sebagai sarana wisata, seperti wahana perahu dan bebek-bebekan.

    Gumbang Ganang terletak sekitar 300 meter dari Pantai Aik Seram. Terpisah oleh jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Lombok Timur dengan Kabupaten Lombok Utara di pantai utara Pulau Lombok. Airnya yang sejuk berasal dari aliran sungai kecil di sekitar pepohonan purba yang diameternya mulai dari dua sampai enam meter.

    Kepala Urusan Perencanaan Kantor Desa Obel Obel, Srinom mengatakan, biasanya pengunjung Gumbang Ganang mencapai 500 orang sehari saat libur. Wisatawan yang datang harus membayar tarif masuk Rp 3.000 per orang. "Sebelum pandemi Covid-19, kami bisa mendapatkan Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta saat libur lebaran," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Destinasi wisata alam Gumbang Ganang di Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat atau NTB. Dok. Istimewa

    Ketua Kelompok Sadar Wisata Maju Bersama, Deri Miswara Arya Obira mengatakan, dari cerita kakeknya, sekitar 200-an pohon purba di Gumbang Ganang ini sudah ada sejak zaman dulu. "Dari cerita yang saya terima, kakek dari kakek sayalah yang menanam pepohonan itu," ucapnya.

    PLN melihat potensi wisata alam ini dapat lebih maju dengan mengembangkan konsep menjadi destinasi wisata keluarga. Manager Perizinan dan Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Prapsakti Wahyudi berharap melalui program PLN Peduli dapat membuat kelompok sadar wisata lebih bersemangat menata destinasi wisata alam ini dengan menghadirkan berbagai wahana yang menarik untuk wisata keluarga.

    "Masyarakat nanti dapat merasakan langsung hasilnya dan bermanfaat untuk kesejahteraan," kata Prapsakti. Yang penting, menurut dia, masyarakat turut melestarikan kawasan hutan di sekitar Gumang Ganang dan mewujudkan destinasi wisata berwawasan lingkungan.

    Baca juga:
    PPKM Darurat, Ratusan Wisatawan Nekat Masuk Pantai Gunungkidul Yogyakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...