Krisis Anggaran Akibat Pandemi, Museum Ghibli Galang Donasi untuk Operasional

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Ghibli menyimpan berbagai karya animator Hayao Miyazaki. Selain menyimpan karya-karya Miyazaki, museum itu dilengkapi pusat kuliner dan cinderamata. Foto: @cactus_freakss

    Museum Ghibli menyimpan berbagai karya animator Hayao Miyazaki. Selain menyimpan karya-karya Miyazaki, museum itu dilengkapi pusat kuliner dan cinderamata. Foto: @cactus_freakss

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 memberi pengaruh yang cukup besar terhadap industri pariwisata di Jepang. Tak terkecuali bagi Museum Ghibli, destinasi wisata favorit bagi para penggemar anime Studio Ghibli.

    Pengelola museum baru-baru ini mengumumkan permohonan bantuan donasi untuk operasional museum itu. Pesan dari akun Twitter resmi Museum Ghibli disertai tautan ke halaman donasi, berbunyi: “Kami telah memulai kampanye furusato nozei meminta dana untuk mendukung operasional Museum Ghibli di Mitaka. Kami dengan rendah hati meminta dukungan Anda.”

    Furusato nozei adalah sistem “pajak kampung halaman" yang memungkinkan individu memberikan sumbangan untuk bisnis yang telah jatuh pada masa-masa sulit. Ini berbeda dengan pajak tempat tinggal yang harus dibayar oleh orang dewasa yang bekerja di Jepang dan sebenarnya merupakan sistem kredit donasi dan pajak.

    Biasanya, Museum Ghibli bisa mendapat pemasukan yang cukup. Meskipun harga tiketnya sangat murah, hanya 1.000 yen (Rp 131 ribu) untuk orang dewasa dan pengunjung dibatasi untuk mencegah kepadatan, kafe di sana sangat disukai dan toko suvenir museum cukup mampu mengosongkan dompet para penggemar anime.

    ADVERTISEMENT

    Namun, museum telah melalui beberapa penutupan sementara selama pandemi, dan sulit untuk menerima pengunjung sekali lagi. “Saat ini, kami beroperasi 'sangat merah'. Pada bulan Maret, kami menerima hibah dari Kota Mitaka untuk mendukung biaya operasional kami, tetapi bahkan dengan itu, kami harus memakan dana yang telah kami rencanakan untuk digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan skala besar. Pandemi virus corona diperkirakan akan berlanjut untuk beberapa waktu, dan jika kami terus memanfaatkan cadangan keuangan kami, kami yakin pengoperasian fasilitas dan pemeliharaan yang direncanakan akan dalam bahaya," kata pengelola.

    Karena itu, kampanye furusato nozei untuk Museum Ghibli diluncurkan pada Kamis, 15 Juli lalu. Kampanye semacam ini sering kali menyertakan semacam hadiah untuk para donatur, tetapi terlepas dari katalog ekstensif barang dagangan Ghibli berlisensi, Museum Ghibli mengatakan bahwa satu-satunya hal yang akan diterima donatur dari museum adalah kartu ucapan terima kasih.

    Selain itu, kampanye meminta mereka yang menyumbang setidaknya memberikan 5.000 yen (Rp 658 ribu). Target kampanye ditetapkan sebesar 10 juta yen (Rp 1,3 miliar) dan pada Jumat malam mereka berhasil mencapainya, yaitu mengumpulkan lebih dari 12 juta yen dalam waktu kurang dari 24 jam sejak tweet Museum Ghibli mengumumkan dimulainya kampanye.

    Saat laporan ini dibuat, 12 juta yen berasal dari 1.478 donatur yang menghasilkan rata-rata sekitar 8.190 yen (Rp 1 juta) per orang. Sesuai dengan ketentuan kampanye donasi, jumlah yang disumbangkan di luar target 10 juta yen akan tetap diberikan kepada Tokuma Memorial Cultural Foundation for Animation, operator hukum museum yang dipimpin oleh salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki. Kampanye furusato nozei dijadwalkan berlangsung hingga 31 Januari dan masih memberi kesempatan bagi para penggemar untuk membantu museum Ghibli melewati krisis anggarannya.

    SORANEWS

    Baca jugaKhawatir Virus Corona, Museum Ghibli Tokyo Ditutup


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...