Bosan di Rumah? Wisata Virtual Solusi Mudah untuk Tetap Melancong

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dipromosikan secara virtual dalam Geotourism Festival 2020. Dok. Kemenparekraf

    Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dipromosikan secara virtual dalam Geotourism Festival 2020. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah nyaris dua tahun Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19. Tuntutan untuk selalu di rumah menjadi kewajiban bagi warga dunia untuk saling menjaga satu sama lain. Semenjak pandemi, liburan menjadi hal yang mahal karena larangan untuk berpergian jauh dan masih dalam bayang-bayang terjangkit virus. Namun, karena kemajuan teknologi, masyarakat masih bisa berlibur di tengah pandemi. Melalui wisata virtual atau virtual tour, masyarakat dapat berlibur di rumah saja, hanya dengan bermodalkan gawai pintar dan jaringan internet.

    Wisata virtual merupakan konsep baru yang ditawarkan pariwisata Indonesia untuk menjawab keresahan masyarakat yang ingin berlibur, namun tetap dalam keadaan yang aman. Memanfaatkan kemajuan teknologi, wisata virtual dapat membawa masyarakat berkunjung ke daerah-daerah menarik di Indonesia secara lebih detail. 

    Jenis wisata ini sangat didorong oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Dilihat dari kegiatan-kegiatan yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf bersama Traval.co dan Caventer untuk melakukan wisata virtual secara gratis. Mereka sudah melakukan wisata virtual tiga kali selama pandemi ini. Terakhir dilakukan pada 30 Januari 2021 sampai 28 Februari 2021, untuk memperkenalkan 10 Desa Wisata yang unik dan indah berkaitan dengan budaya, geografis, dan aktivitas yang dilakukan masyarakat setempat.

    Situs-situs digital yang menawarkan wisata virtual semakin banyak bermunculan dengan berbagai fasilitas yang diberikan. Seperti fasilitas foto dan video 360 derajat yang dapat dinikmati dengan kacamata virtual reality (VR). Hal ini menciptakan rasa seolah sedang berada di lokasi tersebut. Sebab memang wisata ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti aslinya. Selain foto dan video 360 derajat, pemanfaatan Google Maps dan Google Street View juga digunakan untuk menambah suasana berliburnya. Tak lupa, dalam wisata virtual ini terdapat pemandu wisata yang akan menjelaskan lokasi wisata yang dikunjungi.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: Wisata ke Ancol Cukup dari Rumah Saja, Bisa ke Seaworld hingga Naik Gondola


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.