Situs Warungboto, Tempat Istirahat Ikonik Raja Yogyakarta di Masa Lampau

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berfoto di Situs Warungboto, DI Yogyakarta, Jumat, 28 Desember 2018. Bangunan bersejarah berupa tempat peristirahatan dengan taman air dan lorong-lorong kecil bawah tanah yang dibangun sekitar tahun 1800 oleh Sri Sultan HB II tersebut menjadi alternatif wisata sejarah di sekitar Kota Yogyakarta. ANTARA

    Sejumlah wisatawan berfoto di Situs Warungboto, DI Yogyakarta, Jumat, 28 Desember 2018. Bangunan bersejarah berupa tempat peristirahatan dengan taman air dan lorong-lorong kecil bawah tanah yang dibangun sekitar tahun 1800 oleh Sri Sultan HB II tersebut menjadi alternatif wisata sejarah di sekitar Kota Yogyakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai salah satu kota tujuan wisata favorit, Yogyakarta punya segudang destinasi wisata yang menarik mulai dari wisata sejarah, budaya hingga religi. Salah satu yang patut dikunjungi adalah Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejawinangun.

    Cagar budaya tersebut merupakan bekas pesanggrahan atau tempat beristirahat para sultan dan keluarganya. Lokasinya saat ini berada di pusat kota atau hanya beberapa ratus meter dari lokasi sebuah pabrik susu ternama di Yogyakarta serta tak jauh dari Kebun Binatang Gembira Loka.

    Menurut indonesia.go.id, situs ini merupakan lokasi favorit beristirahat penguasa Yogyakarta dahulu kala. Tempat ini dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II ketika dirinya masih menjadi putra mahkota pada periode 1765-1792 seperti dikutip dari buku The Archive of Yogyakarta karya Indonesianis asal Inggris, Peter Carey.

    Menurut buku itu, pesanggrahan di Warungboto dibangun oleh Gusti Raden Mas Sundoro pada 1785. GRM Sundoro merupakan nama remaja dari Sultan Hamengkubuwono II. Sedangkan dalam Babad Momana, seperti dikutip dari laman situs Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi, Pesanggrahan Warungboto dibuat pada 1711 tahun Jawa.

    Pesanggrahan Warungboto dibangun di atas lahan seluas hampir 1 hektare dengan luas bangunan mencapai 3.344 meter persegi. Situs ini dibangun pada dua sisi, yaitu barat dan timur, menghadap Sungai Gajah Wong.

    Pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, kebun. Ada juga fasilitas religius seperti musala atau masjid yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh keluarga kesultanan, namun juga untuk para abdi dalem dan masyarakat sekitar.

    Pesanggrahan di sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dengan halaman berteras dan dua kolam pemandian.

    Kolam pertama berbentuk lingkaran dengan diameter 4,5 meter dan di bagian tengahnya memiliki pancuran air atau umbul berkedalaman 0,5 meter serta memiliki mata air sangat jernih. Sedangkan, kolam kedua berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 4 meter dengan kedalamannya 0,75 meter.

    Batu bata menjadi unsur paling dominan sebagai bahan baku dinding dan pondasi untuk membentengi serta memperkokoh bangunan pesanggrahan. Pesanggrahan makin terlihat megah selain karena kekokohan dindingnya, juga struktur bangunan dengan lorong, pintu, dan jendela beraksen lengkung pada bagian atas sehingga makin menambah kesan eksotis.

    Berdasarkan Serat Rerenggan, Sultan Hamengkubuwono II disebut tak hanya membangun tempat istirahat di situs Warungboto. Ia konon telah membangun 13 pesanggrahan, termasuk di Purwareja, Pelem Sewu dan Rejakusuma. Sebagian dibangun ketika ia masih menjadi putra mahkota. Lantaran banyaknya pesanggrahan yang dibangun, Sultan Hamengkubuwono II dijuluki Sultan Pembangunan Pesanggrahan.

    Baca juga: PPKM Darurat, Waspada Kerumunan di Kawasan Kartamantul Yogyakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.