Sejarah Istana Bogor, Mulanya karena Belanda Cari Tempat Istirahat Berhawa Sejuk

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan Istana Bogor. Dok. Biro Sekretariat Presiden

    Bangunan Istana Bogor. Dok. Biro Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana Bogor adalah salah satu dari enam istana kepresidenan yang dibangun di Indonesia. Tempat khusus kepala negara itu pun kini menjadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo bersama keluarga.

    Tahukah Anda mengapa sampai ada istana kepresidenan di Bogor? Bagaimana juga sejarahnya?

    Menurut halaman resmi Kementerian Sekretariat Negara, pembangunan istana Bogor bermula dari pencarian orang-orang Belanda yang bekerja di Batavia (kini Jakarta) terhadap tempat yang ingin mereka huni sebagai tempat peristirahatan. Mereka beranggapan bahwa kota Batavia terlalu panas dan terlalu ramai sehingga mereka perlu mencari tempat-tempat yang berhawa sejuk di luar kota Batavia.

    Adalah Gubernur Jenderal Belanda, G.W. Baron van Imhoff yang melakukan pencarian dan akhirnya menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di sebuah kampung, yang bernama Kampong Baroe dan kini jadi lokasi Istana Bogor. Ia juga yang kemudian membuat sketsa bangunannya dengan mencontoh arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat kota Oxford di Inggris.

    Bangunan itu pun diberi nama Buitenzorg yang artinya bebas kekhawatiran. Nama itu yang konon menjadi asal muasal nama Bogor.

    Dalam perjalanannya, bangunan Istana Bogor sempat rusak pada masa pemberontakan perang Banten di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang yang terjadi pada 1750-1754. Pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Willem Daendels (1808-1811), gedung itu diperbaiki dan diperluas.

    Perubahan besar terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron van der Capellen (1817-1826). Di tengah-tengah gedung induk didirikan menara dan lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya yang peresmiannya dilakukan pada 18 Mei 1817.

    Berbagai upaya penyelesaian dan penyempurnaan Istana terus dilakukan dari masa ke masa pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda. Dan akhirnya penyelesaian selesai di masa Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montager (1856-1861). Pada 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jenderal Belanda. Sebanyak 44 gubernur Jenderal Belanda pernah menjadi penghuni Istana Kepresidenan Bogor ini.

    Selama masa sebelum kemerdekaan, Istana Bogor pernah diduduki oleh Jepang dan tentara Ghurka. Setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia pada Januari 1950.

    Baca juga: Ragam Koleksi Museum Negeri NTB, Peninggalan Zaman Prasejarah Hingga Kolonial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.