Mencicip Cita Rasa Kapulaga dalam Kue Yahudi dari Ambon

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue Yahudi khas Ambon Maluku. Instagram @InstafoodMaluku

    Kue Yahudi khas Ambon Maluku. Instagram @InstafoodMaluku

    TEMPO.CO, Jakarta - Namanya kue Yahudi. Asalnya dari Ambon. Panganan manis ini menjadi kue favorit warga Ambon karena rasanya yang khas.

    Ya, kue ini mengandung rempah yang populer di Maluku, yaitu kapulaga. Rempah jahe-jahean itu memberikan cita rasa unik dalam kue yang dominan rasa manis.

    Menurut indonesia.go.id, kue ini sudah ada sejak 1985 dan dipopulerkan oleh keluarga Cokro yang bermukim di Batumerah. Dari beberapa literasi yang ada, kue ini merupakan menu warisan dari Ibu Nur Bargeis yang memiliki darah keturunan Ambon-Arab. Keluarga pembuatnya tidak pernah tahu mengapa kue buatan mereka dinamai sebagai kue yahudi.

    Sepintas, kue ini tampak seperti kue bolu biasa. Warnanya kuning pucat berpadu dengan cokelat.

    Bahan baku pembuatan kue Yahudi juga tidak jauh berbeda dengan kue-kue lainnya. Ada terigu, telur, mentega, gula, vanila dan cokelat bubuk. Pembedanya adalah kapulaga dan waktu pembuatannya yang bisa mencapai dua hari.

    Sebelum dicampur ke dalam kue, kapulaga ditumbuk hingga halus seperti tepung. Kapulaga yang digunakan jenis seberang karena ukurannya lebih besar dan aromanya jauh lebih kuat dari kapulaga Jawa.

    Waktu pembuatannya cukup lama karena ada dua adonan yang dibuat. Adonan utama harus diinapkan selama semalam supaya makin kalis. Adonan kedua baru ditambahkan kemudian bersama dengan tepung kapulaga.

    Saat ini, kue Yahudi telah diinovasi dengan pewarna alami daun suji agar tidak monoton kuning dan cokelat saja. Kuliner khas ini biasanya mudah ditemukan di bulan Ramadan sebagai takjil.

    Baca juga: Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem Khas Papua yang Kaya Protein


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.