Tradisi Minum Kopi: Kedai Kopi Tumbuh di Aceh, Pontianak, Makassar, Medan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menghabiskan waktu bersantai di salah satu warung kopi di Banda Aceh, 8 Juni 2016. Warung kopi di Aceh baru buka pukul 21.30 WIB di bulan Ramadan. TEMPO/Adi Warsidi

    Pengunjung menghabiskan waktu bersantai di salah satu warung kopi di Banda Aceh, 8 Juni 2016. Warung kopi di Aceh baru buka pukul 21.30 WIB di bulan Ramadan. TEMPO/Adi Warsidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Minum kopi sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat. Meminum kopi diyakini bisa mengurangi tingkat stres serta menambah jejaring pertemanan. Selain itu, meminum kopi juga seringkali memberikan inspirasi bagi yang sedang jenuh dengan rutinitas dan membutuhkan inspirasi lebih. Dari kebiasaan inilah banyak muncul tradisi-tradisi meminum dan nongkrong di warung kopi di indonesia yang unik dan sayang jika Anda lewatkan.

    Kopi Setengah Gelas Khas Aceh

    Bagi masyarakat Aceh, meminum kopi seolah sudah menjadi kegiatan yang tidak boleh dilewatkan dan karenanya budaya meminum kopi kental di daerah penghasil kopi Gayo ini. Budaya meminum kopi ini berbeda dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Di Aceh sendiri, budaya yang jamak dalam meminum kopi adalah meminum kopi setengah gelas. Budaya meminum kopi ini disebut dengan Bi Kupi Pancung Saboh. Dinamakan kupi pancung karena isi kopi yang tidak penuh seperti dipancung atau dipotong. Rasa yang dihasilkan dari kopi ini sangat kuat dan kental ditambah dengan citarasa biji kopi Gayo terbaik khas Serambi Mekah.

    Bagi masyarakat Aceh, tradisi ini sangat erat dengan budaya pergaulan yang ada. Masyarakat Aceh yang menikmati Kopi Pancung di kedai kopi akan sangat betah berlama-lama di sebuah kedai kopi untuk bercakap-cakap. Bahkan ada istilah kupi sikhan glah, peh bereukah lua nanggroe yang artinya minum kopi cuma setengah gelas, tetapi berbincangnya sampai ke luar negeri.

    Kopi Durian Khas Medan

    Medan sebagai salah satu sentra penghasil durian di Indonesia pun memilikki tradisi meminum kopi yang unik. Medan menggunakan daging durian untuk dicampur dengan kopi dan akan menghasilkan sebuah citarasa kopi durian. Durian yang banyak digunakan biasanya berasal dari Sidikalang. Proses pembuatan kopi durian pun sangat sederhana. Kopi yang telah diseduh, dicampur dengan daging durian yang telah halus kemudian dicampur dengan es dan dicampur menggunakan blender. Aroma yang dihasilkan dari kopi ini sangat kuat dan menyengat.

    Ngopi Ala Pontianak

    Bagi masyarakat Pontianak budaya ngopi sudah mengakar kuat dan melekat. Bahkan, di tiap sudut jalan Kota Pontianak banyak dijumpai kedai kopi. Kedai-kedai kopi di Pontianak sudah menjadi legenda dalam dunia kopi, sebut saja Kopi Asiang. Selain itu, tradisi meminum kopi setngah gelas juga ditemui di Pontianak. Bagi masyarakat Pontianak, ngopi sudah menjadi kebudayaan dan membuat Pontianak dikenala sebagai kota seribu warung kopi.

    Nyeruput Kopi Ala Makassar

    Di Makassar, kebiasaan orang-orang untuk minum kopi sudah turun temurun. Biasanya orang-orang memilih mendatangi kedai kopi untuk menyeruput kopi dan merasakan sensasi aroma kopi diselingi obrolan ringan. Bagi masyarakat Makassar, sehari tidak lengkap jika tidak nongkrong di warung kopi. Sajian kopi khas dari Makassar adalah kopi Toraja dan Kalosi. Di Makassar juga banyak kedai kopi legendaris yang bisa Anda datangi seperti Kedai Phoenam, Dottoro, Daeng Anas, dan Sija.

    EIBEN HEIZIER

    Baca: Tidak Semua Orang Suka Minum Kopi, Penyebab GERD dan Asam Lambung Naik?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.