Menelusuri Jejak Peradaban Masa Lalu Melalui Borobudur Trail of Civilization

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur pada Juni 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur pada Juni 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf menghadirkan Trail of Civilization sebagai upaya untuk mengembangkan pola perjalanan di kawasan Candi Borobudur. Candi Borobudur sendiri merupakan salah satu dari destinasi super prioritas.

    Kemanparekraf  menjelaskan bahwa Borobudur Trail of Civilization merupakan uji coba pelaksanaan pola-pola perjalanan di sekitar Candi Borobudur. Pola perjalanan itu disusun berdasarkan relief yang terdapat di dinding candi. Di mana relief-relief ini menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Jawa sejak zaman kerajaan Hindu-Budha.

    Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayanimenjelaskan ada lima pola perjalanan yang diujicobakan, yakni Ancient Kingdom Trail, Joglosemar Historic Trail, Buddhist Pilgrimage, EduTrail, dan The Classical Indonesia Batik Route.

    Acara peluncuran “Borobudur Trail of Civilization” diadakan di Omah Mbudur, Magelang, Jawa Tengah. Dalam acara ini, Menteri Kemanparekraf/Baparekraf, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan uji coba dari pengembangan pola di sekitar Borobudur. Sehingga, wisatawan akan mendapat pengalaman yang berkesan dalam kunjungannya ke Candi Borobudur.

    ADVERTISEMENT

    Acara yang diselenggarakan pada 21 – 23 Juni 2021 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dengan peserta berskala kecil. Acara yang dimaksud meliputi olahraga yoga, bertani, dan membuat kerajinan tangan gerabah. Uji coba ini pun dihadiri oleh pejabat eselon I dan II dari Kemenparekraf dan kementerian serta lembaga lainnya.

    Pada hari pertama, para peserta uji coba diajak untuk merasakan sensasi bercocok tanam di area persawahan di dekat Balai ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo. “Jadi peserta diajak merasakan kehidupan perekonomian orang-orang zaman dahulu yang berbasis agraria,” ucap Rizki seperti dikutip Tempo dari laman Kemenparekraf, Kamis 24 Juni 2021.

    Selain itu, para peserta juga menyaksikan penampilan seni tari dan dapat mecoba memainkan alat gamelan.

    Sandiaga Uno berharap acara ini dapat memberikan banyak manfaat, seperti meingkatkan kunjungan wisatawan, meningkatkan kualitaskunjungan, memperlama durasi tinggal, dan meningkatkan kualitas beli wisatawan.

    Sebelumnya, istilah Trail of Civilization sudah diperkenalkan pada Agustus 2006. Trail of Civilization adalah motto simposium yang diadakan di Indonesia, di bawah naungan Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Pariwisata Indonesia. Puncak acara tersebut adalah penampilat balet di depat Candi Borobudur.

    M. RIZQI AKBAR

    Baca juga: Borobudur Bertebaran Homestay, Sandiaga Uno: Jangan Perang Tarif!


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...