Jadi Tujuan Wisata Kesehatan, Bali Siapkan Layanan Kecantikan Bertaraf Dunia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wisata kesehatan. Dok.Kemenparekraf

    Ilustrasi wisata kesehatan. Dok.Kemenparekraf

    TEMPO.CO, JakartaRumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Bali segera membuka fasilitas wisata kesehatan dalam bidang layanan kecantikan berkelas Internasional. Hal tersebut menyusul dicanangkannya Bali sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia.

    "Kami punya beberapa unggulan, termasuk bedah jantung. Di Bali kebetulan juga ada tentang estetika. Kemenkes nanti akan dukung tempatnya di RS Sanglah, dimana ada pelayanan estetika skala Internasional," kata Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar I Wayan Sudana di Denpasar, Jumat, 18 Juni 2021.
    Menurut Wayan, Kemenkes akan memberikan dukungan berupa peralatan dan anggaran. "Tadi kan setelah meninjau akan didukung kurang lebih Rp 200 miliar ya (dari Kemenkes)," ujarnya.
    Wayan mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan sumber daya manusia dan proposal terkait rencana pembukaan layanan kecantikan. "Kami ingin begitu orang masuk sudah tahu kalau di sini kesannya adalah pelayanan bertaraf Internasional dan premium," kata dia.
    Menurut Wayan, keberadaan layanan kecantikan ini sebagai bentuk upaya membantu agar Indonesia tidak kehilangan devisa negara. Beberapa klinik kecantikan yang ada di Bali dapat saling bekerja sama dalam mewujudkan wisata kesehatan itu. "Kalau di Korea klinik kecantikan tidak hanya satu, tapi banyak. Yang penting pilihan wisatawan itu ke Indonesia," kata Wayan.
    Bali dicanangkan sebagai salah satu destinasi wisata medis di Indonesia untuk menarik turis internasional. Rencananya, ada beragam klaster dalam wisata kesehatan tersebut, seperti wisata kebugaran, estetika, anti penuaan dan herbal Indonesia serta wisata olahraga.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.