Covid-19: Jalur Pedestrian Kebun Raya Bogor Ditutup, Ganjil Genap Diberlakukan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya mensterilkan pedestrian di lingkar Kebun Raya Bogor di Kota Bogor, Sabtu, 19 September 2020. Kredit: ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    Wali Kota Bogor Bima Arya mensterilkan pedestrian di lingkar Kebun Raya Bogor di Kota Bogor, Sabtu, 19 September 2020. Kredit: ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Covid-19 di Kota Bogor mengalami peningkatan beberapa hari belakangan. Wali Kota Bogor Jawa Barat Bima Arya Sugiarto memutuskan untuk mengambil sejumlah langkah pembatasan mobilitas untuk menekan angka kasus.

    "Saya mendapat laporan dari Dinas Kesehatan, hari ini ada 204 kasus positif Covid-19. Ini  tertinggi selama pandemi Covid-19 sejak Maret tahun lalu," kata Bima Arya di Kota Bogor, Kamis, 17 Juni 2021.

    Salah satu langkah yang diambil adalah penutupan jalur pedestrian Kebun Raya Bogor. Jalur sistem satu arah itu akan ditutup pada akhir pekan, yaitu Sabtu dan Ahad, sehingga tidak bisa digunakan oleh publik.

    Biasanya, pada akhir pekan jalur pedestrian itu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga seperti berlari dan bersepeda atau jogging santai. Penutupan itu dilakukan agar tak terjadi kerumunan di lokasi.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor menerapkan syarat kepada tempat wisata agar mewajibkan pengunjung memiliki hasil tes swab antigen dan membatasi pengunjung maksimal 50 persen.

    Bima Arya pun mengatakan bahwa kebijakan ganjil genap akan diterapkan kembali di Kota Bogor akhir pekan ini. Kebijakan itu berlaku bagi kendaraan bermotor pada pukul 10.00-16.00 WIB.

    Penambahan jumlah kasus tersebut membuat Kota Bogor kembali berada di zona merah. Tingkat keterisian tempat tidur pun sudah mencapai di atas 60 persen.

    Bima Arya mengingatkan masyarakat untuk tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia juga memperingatkan agar sektor usaha mematuhi protokol kesehatan, yakni kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional paling malam sampai pukul 21.00 WIB.

    Menurut Bima, Satgas Penanganan Covid-19 akan bersikap tegas melakukan penindakan terhadap perorangan maupun lembaga yang melanggar protokol kesehatan dan jam operasional. "Tidak melakukan aktivitas yang melibatkan lebih dari 10 orang. Jika hal itu terjadi maka akan ditindak tegas," kata dia.

    Baca juga: Melepas Penat di Air Terjun Curug Cipamingkis, Ada Replika Kapal Titanic


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...