Kuliner Unik Punya Nama Identik Kemiskinan, Ada Sate Kere

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sate kere merupakan salah satu kuliner khas Pasar beringharjo yang jadi kegemaran wisatawan. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Sate kere merupakan salah satu kuliner khas Pasar beringharjo yang jadi kegemaran wisatawan. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua kuliner unik ini punya nama jika diartikan punya makna identik dengan kemiskinan, jadi kuliner apakah itu?

    Kuliner unik ini tak lain dan tak bukan yakni kerupuk melarat dan sate kere. Sebelumnya, kata ‘melarat’ dan ‘Kere’ pada makanan ringan ini berarti kuliner yang mudah dengan bahan seadanya. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Melarat” berarti miskin; sengsara. Sedangkan “Kere” bahasa gaul yang artinya tidak punya.

    Kerupuk melarat, kian unik bukan hanya nama tapi juga proses pembuatannya. Kerupuk khas asal Cirebon, tidak banyak memiliki perbedaan dengan kerupuk pada umumnya, hanya saja proses pemasakkannya yang tidak umum.

    Proses pengolahan yang unik tersebut dilatarbelakangi karena cara penggorengannya. Jika biasanya menggunakan minyak kelapa, namun kali ini justru menggunakan pasir panas. Tidak perlu khawatir, pasir yang digunakan sebelumya telah melalui tahap pembersihan terlebih dahulu melalui serangkaian cara mulai dari proses pengeringan dan kemudiaan proses penyaringan dengan teknik diayak. Jenis pasir ini sendiri biasanya menggunakan pasir sungai.

    Teknik penggorengan dengan bahan masaknya pasir ini, diketahui minim kandungan minyak pada kerupuknya, berbeda dengan kerupuk yang digoreng dengan minyak makan. Selain itu kerupuk pada umumnya memiliki berbagai macam warna-warni, tujuannya untuk mempengaruhi minat beli konsumen.  

    Selanjutnya Sate Kere, kuliner khas asal Yogya dan Solo ini mulanya timbul dari masyarakat setempat bagaimana dapat mengonsumsi sate. Akhirnya tercetuslah namanya sate kere yang daging satenya terbuat dari bahan dasar tempe gembus.

    Mengutip dari perpus.jateng.go.id, kuliner sate pada zaman dulu hanya dapat dinikmati oleh kalangan menengah atas. namun saat ini tidak lagi, kuliner sate kere sudah dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Tak hanya itu, sate kere bukan hanya terbuat dari tempe gembus, tapi juga ditambahkan jeroan sapi mulai dari paru, hati dan lain sebagainya.

    Mudahnya membuat santapan kuliner unik ini, bisa dicoba untuk disajikan di rumah. Biasanya tempe gembus dan jeroan sebelum masuk tahap pemanggangan sebelumnya telah dibumbui dengan bumbu khas sehingga hasil sate terasa mantap.

    TIKA AYU

    Baca: Masih Bingung Bedakan Kuliner Urap dan Pecel, Yuk Check It Out


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...