Museum Tsunami Aceh Ditutup Lagi karena Kasus Covid-19 Meningkat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja merawat taman bunga di perkarangan Museum Tsunami, Banda Aceh, Aceh, Senin, 16 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19, Pemerintah Kota Banda Aceh menutup sejumlah objek wisata bagi pengunjung, antara lain Museum Tsunami, Museum Aceh, situs tsunami PLTD Apung, situs tsunami Kapal Nelayan Atas Rumah dan objek wisata pantai lainnya selama 14 hari terhitung Senin, 16 Maret 2020. ANTARA/Ampelsa

    Pekerja merawat taman bunga di perkarangan Museum Tsunami, Banda Aceh, Aceh, Senin, 16 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19, Pemerintah Kota Banda Aceh menutup sejumlah objek wisata bagi pengunjung, antara lain Museum Tsunami, Museum Aceh, situs tsunami PLTD Apung, situs tsunami Kapal Nelayan Atas Rumah dan objek wisata pantai lainnya selama 14 hari terhitung Senin, 16 Maret 2020. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Akibat peningkatan kasus Covid-19 usai Lebaran, Museum Tsunami Aceh ditutup sementara waktu. Penutupan dilakukan untuk mencegah makin menyebarnya virus.

    "Iya, museum kita tutup kembali untuk sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Nanti akan diberitahukan lebih lanjut. Ini karena kasus Covid-19 meningkat," kata Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh Hafnidar di Banda Aceh, Selasa, 8 Juni 2021.

    Menurut Hafnidar, penutupan sementara ini merujuk juga pada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2021 serta instruksi Gubernur Aceh Nomor 08/INSTR/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Aceh.

    Hafnidar mengatakan museum tersebut kemungkinan besar akan dibuka kembali saat Aceh berstatus zona aman. "Kalaupun Aceh nanti sudah zona aman, kami tetap menunggu arahan pemerintah seperti apa terkait tempat wisata museum tsunami ini," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Hingga saat ini, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Aceh mencapai 16.352 orang, sembuh 12.496 orang, meninggal 633 orang dan yang masih dalam perawatan sebanyak 3.223 pasien.

    Meski museum ditutup untuk pengunjung, kata Hafnidar, pekerja tetap beraktivitas dengan sistem shift. Mereka mengisi kegiatan edukasi hingga persiapan acara pameran sementara.

    "Kita juga punya kegiatan dengan sekolah, kajian-kajian tentang korban tsunami, semua kegiatan tidak ditunda, mereka tetap melakukannya seperti biasa," kata Hafnidar.

    Selama masa pandemi, museum tsunami Aceh merupakan tempat wisata edukasi bencana yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Bahkan menjadi salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.

    Baca juga: Museum Tsunami Aceh Jadi Destinasi Wisata Unik Terpopuler API 2020


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...