Minta Warga Tak Gelar Acara, Sultan HB X Singgung Tradisi Keraton yang Ditunda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberi pernyataan kepada rakyat Yogyakarta, soal wabah pendemi Corona dari Bangsal Kepatihan Komplek Kantor Gubernur DIY Senin 23 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberi pernyataan kepada rakyat Yogyakarta, soal wabah pendemi Corona dari Bangsal Kepatihan Komplek Kantor Gubernur DIY Senin 23 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X intens menyoroti lonjakan kasus Covid-19 yang terus menunjukkan grafik kenaikan usai Lebaran lalu.

    "Harapan saya kepada masyarakat kita sama-sama menjaga, jangan sombong lah, jangan umbar ego sendiri," kata Sultan HB X, Senin, 7 Juni 2021.

    Sultan menyoroti lonjakan kasus usai Lebaran karena masih belum tumbuhnya kesadaran bersama untuk mentaati protokol kesehatan, khususnya dalam antisipasi kerumunan. Sebab, belakangan klaster yang muncul di DIY dipicu oleh berbagai kegiatan sosial mulai dari hajatan, tilik (menengok) orang sakit dan takziah (layatan) orang meninggal.

    "Bagaimana agar tidak berkerumun, ya kalau punya acara jangan dilakukan saat ini. Saya punya acara-acara (tradisi Keraton) seperti gunungan dan sebagainya itu kan juga menyebabkan kerumunan, tapi dua tahun ini juga saya batalkan," kata Sultan.

    Sultan berharap dengan contoh ditiadakannya tradisi-tradisi keraton yang menyebabkan kerumunan itu masyarakat juga bisa mengikutinya dalam lingkup lingkungan masing-masing. "Kalau mau nikahkan anak ya tidak usah banyak-banyak orang sehingga tidak berkerumun, mau syawalan juga juga, jangan banyak-banyak, kalau bisa dihindari," kata dia.

    Sultan pun meminta dalam acara yang tak bisa dihindari agar diupayakan peserta bisa duduk sehingga jaraknya bisa diatur. Kalau peserta berdiri memungkinkan terjadinya kerumunan lebih besar.

    Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menuturkan pertambahan kasus Covid-19 di DIY belakangan kembali sering di atas 200 kasus per harinya. Seperti situasi yang terjadi pada 7 Juni 2021.

    "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 253 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 46.436 kasus," kata Berty.

    Dari jumlah itu, penambahan kasus sembuh sebanyak 206 kasus sehingga total sembuh menjadi 42.581 kasus. "Penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 6 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.225 kasus," kata Berty.

    Melihat angka itu, Sultan HB X berharap semua lapisan masyarakat kembali memahami masih pentingnya protokol kesehatan dijalankan. "Sehingga jangan sombong, maunya sendiri, abaikan protokol dan tak peduli sekitarnya. Jangan hanya andalkan pikiran, tapi perasaan juga dipakai," kata dia.

    Baca juga: Perpanjang PPKM Mikro, Sultan HB X: Perketat Lagi Destinasi Wisata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.