Jembatan Ambruk di Raja Ampat Papua, Sandiaga Uno Minta Diproses Hukum

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjajal dan menunjukan keripik tempe produksi perajin Desa Candirejo di kawasan Candi Borobudur Jawa Tengah Jumat, 4 Juni 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjajal dan menunjukan keripik tempe produksi perajin Desa Candirejo di kawasan Candi Borobudur Jawa Tengah Jumat, 4 Juni 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno merespons peristiwa ambruknya jembatan tempat berfoto di destinasi wisata Geosite Kabui, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Kejadian itu mengakibatkan lima wisatawan terluka.

    "Jika terjadi pelanggaran dari sisi keamanan, khususnya keselamatan, maka harus ada tindakan," kata Sandiaga Uno saat ditemui Tempo di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada Jumat petang 4 Juni 2021. "Apabila ada aspek pelanggaran hukum, ya diproses hukum."

    Sandiaga menjelaskan, setiap pengelola destinasi wisata dan wisatawan, terlebih di masa pandemi Covid-19 harus menerapkan prinsip Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE secara ketat.

    Dalam peristiwa ambruknya jembatan di Kabupaten Raja Ampat, Papua, ini, menurut dia, penerapan safety atau sisi keamanan perlu menjadi catatan. "Kejadian di Raja Ampat itu merupakan peringatan yang akan kami tindaklanjuti," kata Sandiaga.

    Sandiaga mendapatkan informasi soal wisatawan di Raja Ampat yang masuk ke area destinasi wisata secara ilegal. Dia mendorong petugas imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM serta kepolisian mengecek legalitas wisatawan tersebut supaya tidak mencoreng nama Raja Ampat yang telah populer di dunia internasional.

    Jembatan di destinasi wisata Batu Pensil Raja Ampat ambruk saat dilewati sejumlah wisatawan mancanegara pada Kamis, 27 Mei 2021. Namun informasi itu baru diketahui empat hari kemudian atau pada Senin malam, 31 Mei 2021.

    Saat itu, seorang wisatawan yang menggunakan jasa agensi travel mengadu ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui situs chse.kemenparekraf.go.id. Tidak ada laporan ke pemerintah setempat.

    Wisatawan tersebut merasa dirugikan atas layanan wisata yang diperoleh. Belakangan diketahui kalau para wistawan tersebut masuk ke Kabupaten Raja Ampat, Papua, melalui jalur ilegal untuk menghindari sejumlah pungutan.

    Sandiaga Uno juga menyoroti kecelakaan yang akhir-akhir ini kerap terjadi di destinasi wisata. Dia mencontohkan kecelakaan di Pantai Anyer ketika ada wisatawan yang tenggelam, juga sembilan wisatawan yang tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Boyolali, saat lebaran.

    Kementerian Pariwisata, menurut dia, terus memantau insiden yang terjadi di destinasi wisata dan tak akan tinggal diam jika terjadi pelanggaran supaya tidak ada kejadian berulang. "Jika di destinasi wisata terjadi pelanggaran dari sisi keamanan, misalnya membiarkan wisatawan tak memakai pelampung, itu akan menjadi catatan serius sehingga kalau perlu diproses hukum," kata dia.

    Baca juga:
    Gowes 55 Kilometer Yogyakarta-Borobudur, Sandiaga Uno: Trek Menantang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.