Gowes 55 Kilometer Yogyakarta-Borobudur, Sandiaga Uno: Trek Menantang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjajal dan menunjukan keripik tempe produksi perajin Desa Candirejo di kawasan Candi Borobudur Jawa Tengah Jumat, 4 Juni 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjajal dan menunjukan keripik tempe produksi perajin Desa Candirejo di kawasan Candi Borobudur Jawa Tengah Jumat, 4 Juni 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersepeda menjajal trek Yogyakarta-Borobudur sejauh 55 kilometer pada Sabtu, 5 Juni 2021.

    Dalam gowes bersama ratusan pesepeda itu, Sandiaga melintasi sejumlah destinasi seperti Desa Wisata Kembang Arum, Bendungan Bligo Ancol dan Desa Candirejo-Desa Tuksongo-Desa Karang Rejo yang berada tak jauh dari Candi Borobudur. Perjalanan itu diakhiri di kawasan Manohara Borobudur, Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

    “Kegiatan bersepeda ini bagian dari promosi sport tourism (wisata olahraga) yang harus digarap sebagai tren dalam sektor pariwisata era baru,” kata Sandiaga.

    Menurut Sandiaga, track sepeda Yogya-Borobudur cukup menarik jika dikemas sebagai paket wisata. “Track-nya cukup menantang, ada beberapa tanjakan tadi cukup tajam namun sangat menarik," ujarnya.

    Sandiaga menyebut sport tourism di masa pandemi memang kian menjadi alternatif membangkitkan wisata karena memadukan olahraga, bergaya hidup sehat dan wisata. “Tren baru pariwisata kita saat ini menyasar wisata alam terbuka dan berbau olahraga," kata dia.

    Ia pun meminta pemerintah daerah semakin gencar berkolaborasi dengan komunitas untuk mempercepat membangkitkan ekonomi lewat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. "Pandemi memaksa kita, menuntut kita bergerak cepat gerak bersama dan gali semua potensi, saya sebutnya 3G, Gerak Cepat-Gercep, Gerak Bersama-Geber, Gali Semua Potensi-Gaspol dengan strategi, inovasi, adaptasi dan kolaborasi," kata Sandiaga.

    Sandiaga mengatakan pemerintah kini berupaya menyeimbangkan penanganan dampak Covid-19 dengan pemulihan wisata, sehingga tak hanya memastikan aspek kesehatan tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi.

    Namun, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata dia, pemulihan sektor pariwisata tetap harus memprioritaskan sektor kesehatan. "Jadi momentum pandemi ini harus lebih banyak digunakan untuk persiapan dan revitalisasi destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif, agar saatnya nanti sektor pariwisata bangkit semua sudah siap," kata Sandiaga.

    Baca juga: Soal PKL 'Nuthuk' Harga, Sandiaga Uno: Hanya Untung di Depan, Orang Kapok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.