Fasilitas Bazar Mandalika Makin Lengkap, Demi Manjakan Wisatawan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkunjung ke Pantai Kuta, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat, 8 Januari 2021. KEK Mandalika membentang dari ujung barat hingga timur kawasan. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Sejumlah wisatawan berkunjung ke Pantai Kuta, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat, 8 Januari 2021. KEK Mandalika membentang dari ujung barat hingga timur kawasan. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Beragam fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika terus ditingkatkan demi memberikan kenyamanan bagi wisatawan juga para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Saat ini, pengelola tengah melakukan pembenahan beragam fasilitas penunjang untuk fasilitas bazar Mandalika.

    Managing Director The Mandalika PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism De-velopment Corporation (ITDC) Bram Subiandoro mengatakan pembenahan itu bertujuan untuk melengkapi fasilitas dasar, baik bagi pemenuhan kebutuhan pedagang dan pengunjung serta meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Selain itu, pembenahan area bazar bertujuan meningkatkan estetika.

    "Sehingga dapat menjadi salah satu spot pariwisata unggulan di Kawasan The Mandalika,'' kata Bram, Rabu, 25 Mei 2021.

    Proyek pembenahan tahap 1 yang didukung pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) melalui skema National Interest Account (NIA) itu bertujuan melengkapi sarana prasarana dan fasilitas di area bazar Mandalika secara bertahap guna meningkatkan keamanan dan keindahan area. Pembenahan itu meliputi pemasangan rolling door dan partisi serta perbaikan jaringan listrik pada 303 unit stall bazar, perbaikan toilet, pembangunan pos penjagaan dan keamanan dan signage, serta penambahan 27 unit kamera pengawas CCTV di area bazar Mandalika.

    ADVERTISEMENT

    Pembenahan tahap 1 telah diselesaikan pada akhir Maret lalu dan akan dilanjutkan dengan tahap kedua yang rencananya dimulai pada semester II 2021. Tahap kedua berupa penambahan interior di masing-masing stall seperti rak penggantung, display produk, serta penataan landscaping, water fountain, court yard dan kanopi peneduh di area bazar Mandalika.

    Menurut Bram, bazar Mandalika juga telah banyak dimanfaatkan sebagai venue acara atau event kebudayaan oleh Pemerintah Daerah dan komunitas lokal setempat. Karenanya, dengan pembenahan ini, ia berharap semakin banyak dan beragam event dapat diselenggarakan di tempat ini. Bukan saja karena kecantikannya tapi juga karena kelengkapan fasilitasnya guna keamanan dan kenyamanan pengunjung.

    Sejalan dengan harapan warga, ITDC juga berharap pandemi segera berlalu sehingga warga setempat yang berhak mengisi stall bazar Mandalika dapat kembali memulai kegiatan ekonomi mereka. ITDC juga mengajak warga bersama-sama menjaga kebersihan sarana prasarana dan fasilitas yang telah disiapkan. ''Guna kenyamanan dan keamanan wisatawan saat berkunjungan dan beraktivitas di bazar Mandalika,”. kata Bram.

    Sebelumnya, ITDC telah membangun bazar Mandalika yang didesain sebagai fasilitas untuk pedagang asongan dan pedagang kaki lima menjajakan barang dagangannya. Di sana ada kerajinan tangan khas Lombok, aneka makanan khas Lombok seperti Sate Rembiga hingga Ayam Taliwang. Ada juga madu Sumbawa atau kopi Sembalun.

    Jadi jika ada wisatawan yang tidak memiliki waktu cukup sehingga tidak bisa mengunjungi Mataram atau Sembalun di lembah Rinjani, maka mereka bisa ke Mandalika untuk berbelanja. Apalagi lokasi bazar ini sangat strategis, yaitu terletak diantara Masjid Nurul Bilad dan Kuta Beach Park Mandalika yang sudah beroperasi terlebih dahulu.

    Salah seorang warga dari desa penyangga The Mandalika, Jumaidi, yang berjualan cinderamata di salah satu lapak bazar mengaku bersyukur atas tempat berjualan yang lebih tertata dan nyaman. Ia sebelumnya berjualan di pinggir jalan yang membuat dagangan terpapar debu sehingga kurang layak untuk dijual kembali.

    ''Kami gembira dengan pembenahan fasilitas dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kami dapat berjualan kembali,” kata Jumaidi.

    Pedagang lainnya, Mianah, mengatakan setelah puluhan tahun berjualan, akhirnya bisa mendapatkan tempat yang lebih representatif untuk berjualan yakni di bazar Mandalika. "Kami dapat menempati lokasi yang teduh dan tidak perlu berpanas-panasan di pinggir pantai,'' ucapnya.

    Baca juga: Persiapan MotoGP Mandalika Berlanjut, PLN Bangun Infrastruktur Listrik


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?