KAI akan Kembangkan Wisata Kereta Api di Solo: KA Batara Kresna dan Jaladara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo (Joglo) produksi PT INKA (Persero) resmi beroperasi di jalur Yogyakarta-Solo setelah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Stasiun Yogyakarta, Senin, 1 Maret 2021. Antara/HO-Humas INKA

    Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo (Joglo) produksi PT INKA (Persero) resmi beroperasi di jalur Yogyakarta-Solo setelah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Stasiun Yogyakarta, Senin, 1 Maret 2021. Antara/HO-Humas INKA

    TEMPO.CO, JakartaPT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo untuk mengembangkan potensi wisata berbasis kereta api di wilayah itu. Salah satunya adalah KA Batara Kresna rute Solo-Wonogiri.

    Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan Balai Pekeretaapian untuk meningkatkan keandalan infrastruktur KA perintis tersebut. KA Batara Kresna kembali beroperasi awal tahun ini setelah sempat berhenti beberapa tahun akibat kerusakan infrastruktur.

    "Untuk sarana baru kami pikirkan, sekarang baru satu (jalur), ini kan perjalanannya 1,5 jam. Kalau animonya bagus, infrastruktur dibutuhkan dan sarana diperbaiki, harapannya kecepatan bisa ditambah sehingga lebih cepat," kata Didiek, Sabtu, 22 Mei 2021.

    Saat ini, rata-rata jumlah penumpang KA Batara Kresna yang naik dari Stasiun Purwosari Solo sekitar 30 penumpang per hari mengingat adanya pembatasan kapasitas selama pandemi Covid-19. Kapasitas yang diizinkan maksimal adalah 70 persen.

    Selain KA Batara Kresna, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta tentang kereta uap Jaladara untuk berkontribusi dalam meningkatkan pariwisata di Solo.

    "Bagaimana tetap membangun KA tetapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan sehingga KA bisa bertumbuh dan melayani masyarakat," kata Didiek.

    Sementara itu, mengenai potensi KRL rute Solo-Yogya, menurut Didiek, keberadaan moda transportasi tersebut sudah mengubah budaya masyarakat Solo dan Yogya untuk bertransportasi dengan basis commuter. "Makin hari KRL juga berkembang, yang awalnya hanya 4.000 penumpang per hari, sekarang 10.000 penumpang per hari, tetapi memang mendekati Lebaran turun," ujarnya.

    Didiek berharap keberadaan KRL tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat Solo untuk melancarkan transportasi dan menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di stasiun yang dilewati. "Kereta api menjadi solusi ekosistem transportasi, artinya stasiun KA bisa berintegrasi dengan moda transportasi lain, terkoneksi dengan yang lain, jadi angkutan lanjutan sudah tersedia," kata dia.

    Baca juga: Gibran Rakabuming: Nanti Orang ke Solo Tak Cuma Mampir Makan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.