Ada Hubungan Kerajaan Majapahit dengan Fakfak Papua dalam Kitab Nagarakertagama

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Gua Andarewa di Fakfak, Papua Barat, merupakan situs pemukiman masa prasejarah. Sekitar 3.000 tahun lalu, ras Austronesia masuk ke wilayah ini dan bermukim. (Hari Suroto/Balai Arkeologi)

TEMPO.CO, Jakarta - Kata Fakfak di Papua Barat tertulis dalam Kitab Nagarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365. Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, Fakfak masuk dalam jalur rempah Nusantara sejak masa Kerajaan Majapahit.

Dalam Kitab Nagarakertama tertulis 'muwah tigang i Wandan Ambwan athawa Maloko Wwanin'. "Artinya, luas wilayah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 mencapai wilayah timur Nusantara, yaitu Wandan (Banda), Ambwan (Ambon), Maloko (Maluku), Wwanin (Semenanjung Onin, Fakfak)," kata Hari Suroto pada Jumat, 21 Mei 2021.

Semenanjung Onin, Fakfak, sepintas mirip 'paruh bawah' kepala burung di Papua Barat. Kitab Nagarakertagama menyebut Onin sebagai penghasil buah pala, kulit kayu masohi, dan burung cenderawasih yang diawetkan oleh penduduk setempat. "Para pedagang dari Jawa mendapatkan nilai ekonomi dari buah pala yang terletak pada biji pala dan fuli," kata Hari yang juga dosen arkeologi Universitas Cenderawasih, Papua.

Buah pala adalah bahan baku minyak atsiri. Adapun fuli digunakan sebagai penyedap masakan Cina. Pohon pala tumbuh di sebagian besar daratan Fakfak, Papua Barat. Ada dua jenis pala di Fakfak, yakni pala Banda dan pala endemik Fakfak yang disebut pala negeri atau henggi. Buah dan biji pala dipanen secara teratur, dua kali setahun.

Semetara kulit kayu masohi merupakan bahan ramuan jamu atau pewarna batik. Sebagai daerah penghasil pala, Onin menjadi tempat yang paling sering dikunjungi para pelaut dan pedagang muslim pada awal abad ke-16. Pada 1569, tokoh-tokoh penting Onin berkunjung ke Sultan Bacan di Maluku Utara. Dari kunjungan itu, terbentuklah kerajaan-kerajaan Islam atau pertuanan.

Di Semenanjung Onin terdapat pertuanan Patipi dan Rumbati. Sebagai pemimpin kerajaan Islam, Sultan Bacan berperan penting dalam penyebaran Islam di Semenanjung Onin. Namun jauh sebelum itu, pada masa prasejarah, sudah ada manusia yang menghuni Semenanjung Onin.

Mereka adalah pelaut prasejarah yang melukis gambar-gambar indah di sudut-sudut tebing karst sisi utara, seperti lingkaran, telapak tangan, bumerang dan bentuk-bentuk ilustratif lainnya yang mulai kelihatan pudar. Gambar-gambar dan goresan para pelaut yang sandar dan menetap di Papua ini berwarna merah.

Lukisan dinding bermotif bumerang (tanda panah) dan cap tangan di dinding tebing karst Afofo, Kampung Darembang, Distrik Mbahamdandara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, September 2019. (Dok.Hari Suroto Balar Papua)

Baca juga:
Detail Honai dan Apa Bedanya dengan Ebe Ae Bagi Suku Dani Lembah Baliem Papua






Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

2 jam lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

17 jam lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

1 hari lalu

Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2022 kembali mengungkap jaringan pemasok senjata dan amunisi KKB Intan Jaya di Mimika.


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

2 hari lalu

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.


Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

3 hari lalu

Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

Kejati Papua Barat menghentikan penyelidikan dugaan kasus penyalahgunaan hibah PON XX pada organisasi KONI Papua Barat.


OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

3 hari lalu

OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

TNI membantah klaim OPM soal dua tentara yang tewas ditembak di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kapendam Cendrawasih sebut kabar itu hoaks.


KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Senin, 26 September 2022

3 hari lalu

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Senin, 26 September 2022

KPK telah melayangkan surat panggilan kedua untuk Gubernur Papua Lukas Enembe. Pemeriksaan Lukas akan dilakukan pada pekan depan, 26 September 2022.


Tidak Hanya Raja Ampat, Papua Barat Memiliki Banyak Wisata Unggulan, Cek Tempatnya

4 hari lalu

Tidak Hanya Raja Ampat, Papua Barat Memiliki Banyak Wisata Unggulan, Cek Tempatnya

Selain Raja Ampat, tidak hanya alamnya yang indah, Papua Barat memiliki banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Cek daftarnya.


Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

4 hari lalu

Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

Empat orang tewas dalam kasus Paniai. Bermula dari cekcok antara anggota TNI dan warga.