Tradisi Larungan Kepala Kerbau di Jepara Tetap Digelar, tapi Tanpa Penonton

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pelarungan kepala kerbau dalam acara sedekah laut di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tahun 2020. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

    Suasana pelarungan kepala kerbau dalam acara sedekah laut di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tahun 2020. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Jepara akan tetap menggelar tradisi lomban atau pesta laut kupatan, termasuk pelarungan kepala kerbau di laut tahun. Namun acara tahunan tradisi larungan itu akan digelar dengan sejumlah pembatasan. 

    "Larungan rencananya digelar secara sederhana dan hanya diikuti peserta terbatas dan tertutup untuk penonton," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Zamroni Leztiaza, Senin, 17 Mei 2022.

    Pelaksanaan tradisi larungan itu diagendakan pada 20 Mei mendatang dan semua tempat wisata akan tutup hari itu. Tradisi sedekah laut itu meliputi acara ziarah ke makam leluhur, wayangan, larungan serta doa bersama.

    Larungan akan diawali dengan penyembelihan kerbau di Rumah Pemotongan Hewan Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian daging kerbau kepada warga dan ziarah ke Makam Mbah Ronggo Mulyo. 

    Adapun acara wayangan yang biasanya digelar semalaman. Namun, kata Zamroni, tahun ini hanya akan dilangsungkan selama dua jam tanpa menghadirkan penonton. Selain itu, tradisi larungan tidak akan melibatkan ratusan perahu nelayan seperti sebelum pandemi.

    Baca juga: Jauh Sebelum Portugis Membawa Cabai, Sambal Sudah Jadi Tradisi di Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.