Razia Mudik, Penumpang Tanpa Hasil Tes Covid-19 Berkelit di Terminal Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Yogyakarta merazia penumpang bus yang turun di Terminal Giwangan, Yogyakarta, pada Minggu petang, 2 Mei 2021. Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta

    Petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Yogyakarta merazia penumpang bus yang turun di Terminal Giwangan, Yogyakarta, pada Minggu petang, 2 Mei 2021. Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Petugas gabungan Kota Yogyakarta mulai menggencarkan pemeriksaan pelaku perjalanan luar daerah yang mencoba masuk ke wilayah itu. Raazia mudik ini berlangsung mulai empat hari sebelum larangan mudik berlaku pada 6 - 17 Mei 2021.

    Petugas gabungan memeriksa dugaan kedatangan pemudik di Terminal Giwangan, Yogyakarta. "Kami mengecek kedatangan penumpang bus asal luar Yogyakarta pada Minggu malam dan menemukan sebelas orang yang tak memiliki dokumen kesehatan apapun," kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto, Senin 3 Mei 2021.

    Dari hasil pemeriksaan, para penumpang yang turun dari bus di Terminal Giwangan itu berasal dari Jakarta dan Jawa Barat. Kepada petugas, mereka mengaku sekadar transit di Yogyakarta. Meski turun dari bus, mereka berdalih tidak keluar area terminal dan akan melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah.

    "Mereka yang terpergok petugas langsung naik bus lagi untuk melanjutkan perjalannya. Ada yang naik bus jurusan Solo dan Klaten," kata Agus. Pemeriksaan bagi pelaku perjalanan luar Yogyakarta jelang larangan mudik lebaran ini difokuskan pada beberapa titik strategis.

    Jika penyekatan di wilayah perbatasan dilakukan oleh petugas kepolisian dan dinas perhubungan, maka di dalam wilayah Kota Yogyakarta, petugas Satpol PP yang menggencarkan razia. Selain terminal, rencananya razia pendatang dari luar Yogyakarta ini berlaku di stasiun, sejumlah destinasi wisata, dan pusat perbelanjaan.

    Agus melanjutkan, menjelang lebaran, aktivitas di titik-titik wisata Kota Yogyakarta mulai meningkat. Salah satunya di Pasar Beringharjo, Jalan Malioboro. "Petugas terus memantau kondisi Pasar Beringharjo, Malioboro, dari sebelum libur lebaran," katanya.

    Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan telah meminta tiga kepala daerah, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul agar meningkatkan pengawasan satuan tugas Covid-19 di wilayah masing-masing. Baik satuan tugas di tingkat kabupaten, desa, sampai RT.

    Musababnya, berdasarkan data 1 Mei 2021, di tiga kabupaten itu kasus Covid-19 belum menunjukkan penurunan signifikan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro. Sebaliknya, zona merah di tingkat RT wilayah itu justru bertambah. "Kemarin ada RT bukan zona merah, sekarang malah jadi zona merah. Dari sebelumnya tiga RT sekarang jadi delapan RT yang zona merah," kata Sultan.

    Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, dari perpanjangan PPKM Mikro selama dua kali, sebenarnya zona hijau di DI Yogyakarta sudah mencapai 95 persen. Namun, menjelang lebaran ini yang ternyata terjadi penambahan jumlah RT zona merah itu.

    Baca juga: 
    Cek Area Zona Merah Covid-19 Ini Sebelum Libur Lebaran dan Mudik ke Yogyakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.