Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sepasang Kawah yang Harus Dijauhi di Gunung Dieng

image-gnews
Sejumlah wisatawan mengunjungi salah satu tempat wisata di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, (2/6). Tempat wisata ini kembali dibuka usai ditutup karena status gunung Dieng dalam Siaga 3 karena aktivitas gas meningkat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Sejumlah wisatawan mengunjungi salah satu tempat wisata di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, (2/6). Tempat wisata ini kembali dibuka usai ditutup karena status gunung Dieng dalam Siaga 3 karena aktivitas gas meningkat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Gunung Dieng di Jawa Tengah tergolong gunung api yang aktivitasnya berstatus normal sejak 2 Oktober 2017. Namun ada dua kawah yang harus dijauhi wisatawan saat berkunjung ke Dieng saat ini.

“Agar tidak mendekati Kawah Sileri pada radius 500 meter dari bibir kawah serta tidak beraktivitas di sekitar Kawah Timbang untuk menghindari ancaman gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa,” kata Penyelidik Bumi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Supartoyo, Jumat, 30 April 2021.

Gunung Dieng merupakan kompleks gunung api dengan aktivitas vulkanik yang tersebar pada 16 kawah. Saat ini, pemantauan PVMBG dilakukan pada dua kawah utama yang paling aktif, yaitu Kawah Sileri dan Kawah Timbang.

Petugas memantaunya dari Pos Pengamatan Gunungapi yang berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kawah Sileri pada Kamis petang, 29 April 2021 pukul 18.25 WIB mengalami erupsi freatik. Letusan itu dilaporkan petugas melontarkan material batuan sejauh 200 meter ke arah selatan disertai lumpur sejauh 400 meter. Begitu pun ke arah timur berupa material batuan sejauh 200 meter dan lumpur sejauh 300 meter dan mengalirkan lumpur sejauh 200 meter ke arah barat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Supartoyo, erupsi dari Kawah Sileri Pegunungan Dieng itu bersifat freatik. “Lebih diakibatkan oleh over pressure dan aktivitas permukaan kawah,” kata dia. Letusan hanya berlangsung singkat dan tidak mengarah ke erupsi yang lebih besar.

Meski begitu, PVMBG mengingatkan potensi bahaya terkait sifat dan karakter erupsi Gunung Dieng kepada warga maupun wisatawan. Potensi erupsi freatik masih bisa terjadi tiba-tiba tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas visual atau pun kegempaan. “Potensi ancaman bahaya berupa semburan material batuan dan lumpur di sekitar kawah,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Supartoyo, sebaran material erupsi pada 29 April 2021 masih pada radius Kawasan Rawan Bencana di Dieng yang direkomendasikan. Warga dan pengunjung saat ini diimbau untuk tidak memasuki area kawah Sileri dengan radius 500 meter dari bibir kawah Sileri. Selain itu, tidak beraktivitas di sekitar Kawah Timbang untuk menghindari ancaman gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa.

Baca juga: Kawah Sileri Lontarkan Material Batu, Wisatawan Diminta Jaga Jarak Aman

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Fenomena Ajaib Setiap Agustus Turun Embun Salju di Dieng, Kok Bisa?

5 hari lalu

Pesona Dieng saat musim kemarau ditandai dengan munculnya kabut tipis yang disebut ampak-ampak oleh warga setempat, (12/8). Kabut itulah yang nantinya akan menjadi embun upas atau butiran salju karena suhu bisa menembus nol derajat celcius. (Aris Andrianto/Tempo)
Fenomena Ajaib Setiap Agustus Turun Embun Salju di Dieng, Kok Bisa?

Meskipun Indonesia iklim tropis, fenomena ajaib terjadi di dataran tinggi Dieng setiap Agustus turun embun salju. Apa sebabnya?


Dieng Kembali Membeku di Bawah 0 Derajat Celcius, Ini Analisis Peneliti BRIN

10 hari lalu

Kawasan Dieng, Jawa Tengah, kembali membeku dengan suhu -3,5C, pada Kamis, 27 Juli 2023. (Twitter/FestivalDiengID).
Dieng Kembali Membeku di Bawah 0 Derajat Celcius, Ini Analisis Peneliti BRIN

Potongan video yang memperlihatkan lapangan dengan rumput yang membeku di Dieng, Jawa Tengah, Kamis.


Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

12 hari lalu

Gunung Dempo. Shutterstock
Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

Letusan yang terjadi di Gunung Dempo pada Selasa malam merupakan yang kedua pada Juli 2023 ini.


5 Tips Melihat Fenomena Embun Upas di Dieng dan Bromo

20 hari lalu

Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius menyelimuti kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu ekstrem hingga di bawah nol derajat Celsius telah terjadi sepuluh kali sejak pertengahan Mei, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
5 Tips Melihat Fenomena Embun Upas di Dieng dan Bromo

Fenomena embun upas atau embun es biasanya terjadi pada musim kemarau di dataran tinggi Dieng atau Gunung Bromo.


Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Warga Diminta Menghindar Sejauh 2 Kilometer

36 hari lalu

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) merekam erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara, Minggu, 30 Oktober 2023. (ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Warga Diminta Menghindar Sejauh 2 Kilometer

PVMBG mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tidak berada di dalam radius 2,0 kilometer dari Gunung Ibu.


Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Abu Vulkanik 1,5 Kilometer

49 hari lalu

PVMBG merekam aktivitas erupsi berupa sinar api setinggi lebih kurang 350 meter dari puncak Gunung Anak Krakatau, Selasa malam 24 Januari 2023. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Abu Vulkanik 1,5 Kilometer

Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Perairan Selatan Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali erupsi melontarkan abu vulkanik.


Erupsi, Gunung Anak Krakatau Lontarkan Abu Vulkanik 2.000 Meter

58 hari lalu

CCTV saat lontaran abu keluar dari gunung anak Krakatau pada Jumat malam,  12 Mei 2023. (ANTARA/HO)
Erupsi, Gunung Anak Krakatau Lontarkan Abu Vulkanik 2.000 Meter

Sepanjang Jumat, PVMBG mencatat tujuh kali erupsi yang keluar dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.


Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 3 Kilometer

59 hari lalu

Foto udara kondisi Gunung Anak Krakatau, Provinsi Lampung, Kamis 28 April 2022. ANTARA/HO-BNP
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 3 Kilometer

PVMBG melaporkan adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berupa lontaran abu vulkanik setinggi 3 kilometer


PVMBG: Masih Erupsi, Gunung Karangetang Catat 1.328 Kali Gempa Guguran

30 Mei 2023

Awan panas bercampur material vulkanik keluar dari kawah gunung api Karangetang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, 8 Mei 2015. ANTARA/Fiqman Sunandar
PVMBG: Masih Erupsi, Gunung Karangetang Catat 1.328 Kali Gempa Guguran

Tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih pada level tiga siaga.


Mengenang Erupsi Gunung St. Helens 18 Mei 1980 dan Wisata Washington

18 Mei 2023

Gunung St. Helens di Amerika Serikat
Mengenang Erupsi Gunung St. Helens 18 Mei 1980 dan Wisata Washington

Pada 18 Mei 1980, erupsi dahsyat Gunung St. Helens di negara bagian Washington, Amerika Serikat