Kawah Sileri Lontarkan Material Batu, Wisatawan Diminta Jaga Jarak Aman

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga memotret kondisi kawah paska erupsi freatik kawah SIleri di kawasan dataran tinggi Dieng desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jateng, jumat, 30 April 2021. Akibat erupsi kawah Sileri yang menyemburkan material batuan dan lumpur ke berbagai arah menyebabkan lahan pertanian di sekitarnya rusak parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Seorang warga memotret kondisi kawah paska erupsi freatik kawah SIleri di kawasan dataran tinggi Dieng desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jateng, jumat, 30 April 2021. Akibat erupsi kawah Sileri yang menyemburkan material batuan dan lumpur ke berbagai arah menyebabkan lahan pertanian di sekitarnya rusak parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawah Sileri di kawasan dataran tinggi Dieng mengalami erupsi freatik yang menyebabkan ada lontaran material sekitar 400 meter ke arah selatan. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pun mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati kawah tersebut dalam radius 500 meter demi keamanan.

    "Masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati Kawah Sileri dalam radius 500 meter dari bibir kawah, mengingat kemarin sempat terjadi erupsi freatik Kawah Sileri, Kawasan Dataran Tinggi Dieng," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto, Jumat, 30 April 2021.

    Meski ada erupsi, kawasan wisata dataran tinggi Dieng tidak ditutup dan masih bisa dikunjungi wisatawan. Sebab, kata, Agung, lokasi Kawah Sileri sangat berjauhan dari objek wisata lain seperti Candi Arjuna dan Kawah Sikidang.

    "Jaraknya sekitar tiga kilometer lebih, namun wisatawan agar tetap mematuhi jarak aman dan tidak mendekati Kawah Sileri dalam radius 500 meter," kata Agung.

    Pemkab Banjarnegara mengingatkan agar wisatawan selalu berhati-hati dan selalu mengikuti anjuran dari pemerintah.

    Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Andri Sulistyo sebelumnya menjelaskan erupsi freatik tersebut terjadi dengan lontaran material. Tim masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi adanya bencana susulan.

    Selain itu, tim BPBD telah melakukan pengamanan mengingat jalan di sekitar lokasi kejadian sangat licin akibat material lumpur dan batu yang berasal dari lontaran Kawah Sileri. "Warga kami imbau agar selalu waspada namun jangan panik dan jangan mudah percaya berita hoaks atau berita bohong yang belum jelas kebenarannya," kata Aris.

    Baca juga: Gunung Dieng Meletus di Kawah Sileri, PVMBG: Tidak Akan Besar tapi ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H