Jasa Wisata di Yogyakarta Ini Tak Lesu Meski Dilarang Mudik dan Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berjalan di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021. Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Pengunjung berjalan di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021. Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketika hampir semua sektor usaha wisata terpukul karena pandemi Covid-19, ada satu jasa usaha wisata yang hanya sedikit terimbas menurunnya jumlah wisatawan. Di Yogyakarta, jasa wisata ini membuktikan kalau mereka mampu bertahan di masa pagebluk bahkan sampai dilarang mudik.

    Jasa usaha wisata itu adalah rental sepeda motor. Ketua Umum Komunitas Rental Motor Indonesia atau RMI, Yanuar Gajaksahda mengatakan, wisatawan masih menjadi penopang menggeliatnya usaha jasa layanan rental sepeda motor di Yogyakarta. "Saat jalanan macet dengan kendaraan roda empat, biasanya wisatawan akan memilih jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor. Dan mereka menyewa," kata Yanuar di Yogyakarta, Kamis 29 April 2021.

    Permintaan layanan rental sepeda motor oleh wisatawan kian tinggi selama masa libur panjang. Mengenai anjloknya jumlah wisatawan di Yogyakarta selama wabah virus corona, Yanuar mengatakan, kondisi itu tak sampai membuat usaha rental sepeda motor gulung tikar, seperti usaha jasa lain yang juga menargetkan wisatawan.

    Bahkan kebijakan larangan mudik, Yanuar melanjutkan, tak terlalu mempengaruhi bisnis rental sepeda motor. Di Daerah Istimewa Yogyakarta setidaknya tercatat lebih dari 80 usaha jasa rental sepeda motor. Setiap usaha jasa rental itu rata-rata memiliki minimal sepuluh unit sepeda motor.

    Larisnya jasa rental sepeda motor, menurut Yanuar, juga karena relatif terjangkau. Tarif sewa mulai Rp 50 sampai 70 ribu sehari, tergantung jenis sepeda motor dan kondisinya. Yang paling murah adalah sepeda motor motor bebek yang sudah lawas.

    Ilustrasi naik sepeda motor berboncengan. shutterstock.com

    Kalaupun bukan musim liburan, Yanuar melanjutkan, usaha rental sepeda motor tetap berjalan dan disewa oleh sekitar lima orang. Para penyewa ini umumnya masyarakat yang tinggal di sekitar Yogyakarta, seperti Purworejo, Solo, atau Klaten.

    Sementara selama musim liburan, permintaan rental sepeda motor akan naik berkali lipat. Yanuar mengatakan, biasanya seluruh armada sepeda motor rentalnya akan disewa wisatawan selama satu dua hari, hingga sepekan. Cara menyewa sepeda motor ini juga mudah. Wisatawan datang ke tempat-tempat penyewaan sepeda motor dan menyiapkan sejumlah uang serta kartu identitas.

    Kondisi jasa wisata rental sepeda motor ini berbeda dengan usaha transportasi umum, seperti bus antar-kota antar-provinsi atau AKAP. Ketua Organisasi Angkutan Darat atau Organda DI Yogyakarta, Hantoro mengatakan kebijakan larangan mudik lebaran yang berlaku pada 6 - 17 Mei 2021 bakal memicu persoalan baru.

    "Kami khawatir kebijakan larangan mudik lebaran sampai menghentikan layanan transportasi umum ini memunculkan angkutan transportasi liar," kata Hantoro. Akibat kebijakan itu, Hantoro menjelaskan, sekitar 2.000 armada angkutan darat umum di wilayah DI Yogyakarta terancam berhenti beroperasi. Padahal ada 5.000 pekerja, di antaranya sopir, kernet, mekanik, hingga petugas administrasi yang bergantung dari sektor ini.

    Baca juga:
    Yogyakarta Uji Coba Arus Lalu Lintas Searah di Kawasan Cagar Budaya Kotagede


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.