Pantai Mutiara Baru Lampung Timur, Tempat Singgah Burung Migran Eropa dan Asia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor burung Bangau terbang di atas hutan Mangrove di Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah, 3 Maret 2015. Pada waktu-waktu tertentu burung Bangau akan melakukan migrasi untuk berkembang biak. Tempo/Budi Purwanto

    Seekor burung Bangau terbang di atas hutan Mangrove di Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah, 3 Maret 2015. Pada waktu-waktu tertentu burung Bangau akan melakukan migrasi untuk berkembang biak. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, JakartaPantai Mutiara Baru Kabupaten Lampung Timur bukan hanya tempat untuk bersantai menikmati semilir angin laut. Di sana juga kerap menjadi tempat melakukan observasi atau pengamatan terhadap burung migran.

    Burung migran adalah burung-burung yang melakukan migrasi atau perjalanan pada musim-musim tertentu. Biasanya burung-burung bermigrasi untuk mencari tempat makanan baru atau berkembang biak.

    Widiyanto, salah satu pemerhati fauna burung yang juga pengelola objek wisata pantai mengatakan berbagai kalangan kerap datang ke Pantai Mutiara Baru untuk melakukan observasi burung migran. "Mereka yang datang untuk memantau burung migran, di antaranya adalah Institut Teknologi Sumatera, Universitas Lampung, IPB dan UGM," kata dia di Lampung Timur, Jumat, 23 April 2021.

    Selain dari kampus, sejumlah lembaga konservasi dan kelompok pecinta fauna sering datang ke sana, seperti Shorebids Sumatera Cencus, Sahabat Burung Way Kambas, TFCA, Sumatera Herpetofauna, Bogor Nature and Wildlife Photograpy, National Geographic, Yayasan Hutan Biru dan BirdBirdpacker.

    Kondisi Pantai Lampung Timur yang berlumpur dan ditumbuhi banyak vegetasi mangrove menjadi tempat singgah sejumlah jenis burung air (shorebird) dari kawasan negara-negara Eropa dan Asia yang tengah bermigrasi. Pada pengamatan belakangan ini, burung migran yang bisa dilihat adalah Ibis Rokoroko.

    "Ada beberapa burung yang datang lagi, ada sekitar 10 jenis burung yang saya lihat warnanya berbeda muncul, burung itu sudah sekitar 15 hari keliling mencari makan, salah satunya Ibis rokoroko," kata Widiyanto.

    Setelah beberapa bulan, berbagai jenis burung-burung migran yang singgah itu akan terbang lagi entah kemana. Tapi ada juga yang tetap tinggal di Pantai Mutiara Baru.

    Jenis-jenis burung air migran Eropa dan Asia serta endemik Indonesia yang singgah di Pantai Mutiara Baru antara lain gajahan siberia, trinil, cerek, dara laut, bangau bluwok, bangau tong tong, leptoptilus javanicus, kingfisher, burung jenis kaki gagang bayam, elang tiram, elang Jawa, alap alap Jepang dan banyak jenis ragam burung pantai lainnya seperti bangsa ardea dan egrete.

    Setiap akhir tahun pada November dan Desember, kawanan burung migran itu melintas dan transit di Pantai Mutiara Baru. Puncaknya pada Januari. "Kehadiran burung -burung-burung air migran tersebut menjadi perhatian para pengamat burung. Mereka melakukan pengamatan dan sensus burung air," kata Widiyanto.

    Baca juga: Bupati Situbondo: Keindahan Pantai di Baluran Tak Kalah dengan Bali, Cuma....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.