Rumah Hancur karena Gempa di Tanak Song Laut Lombok Berganti Jadi Paviliun

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani meresmikan Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village di Tanak Song Lauk, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 10 April 2021.  Foto: Instagram Kadin Indonesia

    Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani meresmikan Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village di Tanak Song Lauk, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 10 April 2021. Foto: Instagram Kadin Indonesia

    TEMPO.CO, Tanjung Lombok Utara - Warga Desa Tanak Song Laut atau Tasola, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang menjadi korban gempa sepanjang Juli sampai Agustus 2018, kini memiliki hunian baru. Tak perlu berpindah, warga desa tersebut mendapat bantuan untuk menyulap rumah mereka yang hancur karena gempa menjadi paviliun.

    Paviliun tersebut dapat digunakan sebagai tempat menginap wisatawan. Dengan begitu, penduduk desa tak semata mendapatkan penghasilan dari melaut. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, Rosan Roeslani meresmikan Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village di Tanak Song Lauk, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, itu pada Sabtu, 4 April 2021.

    "Ini merupakaan bentuk nyata komitmen Kadin dalam membangkitkan perekonomian masyarakat Lombok pasca-bencana gempa," kata Rosan saat peresmian. Pembangunan Desa Tangguh Wisata Kadin Indonesia Tasola Beach Village itu berlangsung sejak 2019.

    Permukiman penduduk Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village di Tanak Song Lauk, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Foto: TEMPO | Supriyantho Khafid

    Pembangunannya meliputi 28 rumah dan paviliun, 27 unit interior paviliun, infrastruktur saluran air, jalan lingkungan, pendopo, bangunan kantor, balai pertemuan, hingga kandang sapi komunal. Ada pula kamar mandi umum, plaza kesenian, fasilitas jalan pedestrian, hingga bangunan berugak atau tempat duduk-duduk tradisional Suku Sasak.

    Penduduk desa juga mendapatkan pelatihan bagaimana menyambut dan melayani wisatawan supaya mereka betah dan nyaman. Semula, bantuan Kadin peduli untuk korban gempa Lombok terbagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama dan kedua berupa pembangunan fasilitas umum dan sosial masyarakat Lombok, di antaranya tiga musala di Tanak Song Lauk, tiga balai pertemuan di Selengan, serta fasilitas Pondok Bersalin Desa atau Polindes di Teniga.

    Baca juga:
    Usai Gempa, Nelayan Pantai Ini Dapat Rumah Plus Paviliun Wisata

    Semua pembangunan tahap pertama dan kedua tersebut telah diserahterimakan pada 14 April 2019. Adapun bantuan tahap ketiga untuk meningkatkan perekonomian penduduk korban gempa Lombok. Wujudnya berupa perbaikan dan pembangunan sejumlah rumah penduduk menjadi paviliun.

    Tempat memancing di pantai dekat Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village di Tanak Song Lauk, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Foto: TEMPO | Supriyantho Khafid

    Aan Pitaleswaya, Kepala Lembaga Pelatihan Kerja Intesa Yogyakarta yang bertugas memberikan pelatihan pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata, mengatakan Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village di Tanak Song Lauk, Lombok, ini memiliki potensi wisata yang menarik.

    Selain pemandangan alam yang indah, di sana terdapat pantai yang biasa menjadi tempat memancing. Ikan yang biasanya tersangkut di kail pemancing antara lain kakap merah, kakap putih, dan pari. Para nelayan di desa tersebut masih membutuhkan fasilitas ruang pendingin atau cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan laut mereka.

    Rosan Roeslani mengatakan, masyarakat punya peran signifikan dalam mengembangkan desa wisata ini dengan tetap mengusung nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. "Semoga ke depannya desa ini dapat menjadi salah satu titik pertumbuhan perekonomian baru di Lombok," katanya.

    Suasana Tasola Beach Village. Foto: TEMPO | Supriyantho Khafid

    Seorang penduduk Desa Tangguh Wisata Tasola Beach Village mengatakan sudah dua kali rumahnya menjadi tempat menginap wisatawan lokal. Masing-masing penduduk desa punya dua hunian, satu untuk mereka tinggal dan satu lagi berupa paviliun atau bangunan tambahan sebagai tempat menginap wisatawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.