Mudik Lebaran Dilarang, Yogyakarta Pilih Manjakan Wisatawan Lokal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021. Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021. Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta meminta para pelaku pariwisata tetap menggencarkan promosi wisata dengan cara lebih kreatif menyikapi larangan mudik lebaran tahun ini untuk menekan penularan Covid-19. Hanya saja, promosi wisata yang disasar kali ini lebih ke promosi dalam wilayah satu provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    “Untul pelaku wisata jangan patah semangat meski ada larangan mudik lebaran, namun tetap kreatif dengan mengintensifkan promosi dengan sasaran wisatawan lokal dari dalam lingkup DIY,” kata Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Rabu, 7 April 2021.

    Pemkot Yogya meminta para pelaku wisata tetap mengikuti kebijakan pemerintah. Namun di satu sisi juga tetap menggeliat di tengah situasi serba sulit ini.

    “Turis dari luar DIY tentu bakal kesulitan dalam akses masuk menuju Kota Yogyakarta sepanjang 6-17 Mei, namun jangan pesimis, karena tahun lalu pun ternyata kita tetap bisa survive,” kata Hariyadi.

    ADVERTISEMENT

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan upaya memobilisasi wisatawan lokal memang saat ini jadi satu-satunya pilihan paling realistis menggerakkan roda pariwisata. “Sebab berbagai pembatasan mobilitas pun akan dilakukan oleh tingkat pemerintah pusat yang didukung pemerintah daerah,” kata dia.

    Wahyu mengatakan upaya memobilisasi wisatawan antar kota dalam provinsi menjadi satu tantangan yang patut ditempuh agar sektor wisata yang sudah bangkit tetap berdenyut. “Pemerintah pusat sampai sejauh ini juga tak mengeluarkan instruksi untuk menutup destinasi wisata di daerah, pelarangan masih untuk kegiatan mudik saja,” ujarnya.

    Maka, kata Wahyu, kegiatan wisata usai Idul Fitri dimungkinkan masih bisa berjalan dengan pasar wisatawan lokal Yogya.

    Salah satu yang disiapkan Dinas Pariwisata Kota Yogya untuk libur lebaran nanti adalah program wisata olahraga atau sport tourism. Program yang tengah dikaji adalah menikmati harmoni Yogya dengan lima jalur sepeda wisata atau disingkat Monalisa.

    Wahyu menyebut Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan memberikan embrio Monalisa itu dan selanjutnya diserahkan kepada para pelaku dengan metode bisnis to bisnis saat libur mudik lebaran. “Konsep sport tourism sedang kami kaji Monalisa ini. Kami sempurnakan lagi lima jalur sepeda wisata di Yogya dengan koordinasi para pelaku wisata,” kata dia.

    Baca juga: Wisatawan Tetap Antusias ke Yogyakarta Meski Aktivitas Gunung Merapi Intens


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?