Persiapan MotoGP Mandalika, Dorna Sport Tinjau Kesiapan Bandara Lombok dan Kargo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan lintasan sirkuit proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 4 Maret 2021. Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), ITDC dan PT PP per Februrari 2021 progres pembangunan lintasan sirkuit MotoGP itu secara kumulatif mencapai 53,27 persen. ANTARA/Aprillio Akbar

    Foto udara pembangunan lintasan sirkuit proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 4 Maret 2021. Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), ITDC dan PT PP per Februrari 2021 progres pembangunan lintasan sirkuit MotoGP itu secara kumulatif mencapai 53,27 persen. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Praya - Promotor ajang perlombaan MotoGP Dorna Sports hari ini melakukan peninjauan ke Bandara Lombok untuk melihat kesiapan fasilitas bandara dalam menyambut gelaran MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Dalam peninjauan itu, Managing Director Dorna Sports Carlos Ezpeleta menyampaikan kepada General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Lombok Nugroho Jati mengenai pentingnya sektor logistik pada pergelaran MotoGP. ''Sehingga harapannya proyek perluasan apron sisi barat, fasilitas terminal kargo serta jalan akses kargo dapat berjalan dengan baik,'' kata Nugroho mengutip Carlos Ezpeleta dalam keterangan persnya, Rabu, 7 April 2021.

    Dorna Sports menjelaskan bahwa setidaknya akan ada empat pesawat Boeing 747 Jumbo Jet yang bolak balik di bandara tempat MotoGP dilaksanakan untuk membawa logistik yang dapat mencapai 370 ton. ''Bobot tersebut termasuk semua motor dari tiga kelas balap seluruh tim serta perlengkapannya,'' kata Nugroho.

    Carlos Espeleta juga didampingi oleh Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo dalam peninjauan itu.

    Menurut Bamsoet, setidaknya akan ada sekitar 600 kontainer yang mengangkut berbagai kebutuhan MotoGP dan WSBK. Dengan rincian, 210 ton untuk motor dan sparepart-nya, sedangkan 50 ton adalah peralatan kamera dan lain-lain.

    Untuk sampai ke sirkuit, motor dan material balap tersebut harus diangkut lagi menggunakan truk. Mereka memperkirakan dibutuhkan sekitar 35-40 truk, belum termasuk kebutuhan kargo peliputan media dan jasa pendukung lainnya. ''Membawa angin segar bagi bisnis kargo di NTB," ujar Bamsoet.

    Ia juga mengapresiasi langkah manajemen Angkasa Pura I yang telah menggelar pertemuan dengan para pengusaha bisnis kargo yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) NTB untuk menyamakan persepsi, memperbarui informasi serta menyambut peluang dan prospek bisnis kargo dalam menyambut ajang MotoGP dan WSBK di Sirkuit Mandalika. 

    Nugroho Jati menyebutkan proyek perpanjangan serta peningkatan daya dukung landas pacu (runway), proyek perluasan apron sisi barat serta proyek pengembangan fasilitas kargo terus berjalan. Saat ini, Angkasa Pura I tengah mengerjakan perpanjangan landasan pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter serta peningkatan daya dukung runway agar dapat mendukung operasional pesawat berbadan lebar (wide body) sekelas B777 dan pesawat kargo logistik MotoGP.

    Selain itu, perluasan apron sisi barat dilakukan untuk menambah kapasitas pesawat landas. Dari sebelumnya 25.553 meter persegi berkapasitas 18 pesawat narrow body dan 4 pesawat wide body, akan diperluas menjadi 50.923 meter persegi berkapasitas 18 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body.

    Untuk pengembangan fasilitas kargo, luas pelataran terminal kargo akan diperluas menjadi 2.572 meter persegi serta dibangun pula akses jalan menuju jalan bypass yang terpisah dengan akses jalan umum ke terminal penumpang. "Sehingga dapat mendukung kecepatan pengangkutan kargo dari bandara menuju Sirkuit MotoGP Mandalika dan sebaliknya," kata Nugroho.

    PT Angkasa Pura I menargetkan proyek perluasan landasan pacu bisa selesai lebih cepat sebelum pelaksanaan MotoGP Mandalika. "Target awal penyelesaiannya pada bulan September 2021, kami upayakan percepatan agar dapat selesai pada Mei 2021," kata Nugroho.

    Baca juga: Kementerian Pariwisata Minta Usaha Wisata Lombok Bersiap untuk MotoGP Mandalika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.