Tinjau KEK Tanjung Lesung, Sandiaga Bicara Soal Desa Wisata dan Mitigasi Bencana

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno meninjau sentra UMKM di Kawasan Wisata Tanjung Lesung Pandeglang, Selasa. (Mulyana)

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno meninjau sentra UMKM di Kawasan Wisata Tanjung Lesung Pandeglang, Selasa. (Mulyana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata yang pertama, KEK Tanjung Lesung terus melakukan beragam pengembangan untuk kemajuan ekonomi dan pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten menambah jumlah desa wisata di sekitar KEK tersebut.

    "Kalau sekarang ada 16 desa wisata di Pandeglang, bisa ditambah lagi," kata Sandiaga saat berkunjung ke Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Selasa, 6 April 2021.

    Menurut Sandiaga, keberadaan desa wisata di sekitar KEK Tanjung Lesung akan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Desa wisata juga bisa menjadi sarana bagi pengembangan produk UMKM setempat yang bisa berdampak pada perekonomian daerah.

    "Dengan pengembangan wisata berbasis nature dan kultur, saya yakin pariwisata bisa bangkit dan pulih," kata Sandiaga.

    Terlebih, saat ini pemerintah pusat sedang membangun jalan tol Serang-Panimbang yang akan memudahkan akses bagi wisatawan menuju kawasan KEK Tanjung Lesung. Maka, pengelola harus bersiap untuk menyambut gelombang wisatawan yang akan datang dengan menawarkan pariwisata yang berkualitas dan aman.

    Seiring dengan itu, Sandiaga mengingatkan bahwa pemerintah daerah dan pengelola harus memprioritaskan mitigasi bencana di kawasan tersebut. Seperti diketahui, kawasan Tanjung Lesung pernah dilanda tsunami Selat Sunda pada 2019.

    Ia meminta agar koordinasi dalam pemantauan bencana diperkuat. "Betul betul lakukan mitigasi bencana, pantau cuaca, siapkan titik kumpul, jalur evakuasi serta edukasi kepada wisatawan dan pelaku usaha wisata," kata Sandiaga.

    Direktur Kawasan Wisata Tanjung Lesung Purnomo mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan KEK Tanjung Lesung seluas 1.500 hektare tersebut. "KEK yang dikembangkan dan diresmikan sejak 2015 ini, diharapkan bisa mendongkrak pariwisata di Banten. Kami terus berupaya mengembangkan dan mengundang para investor dari luar dan sudah menyampaikan komitmennya," kata dia.

    Baca juga: Tanjung Lesung Perkenalkan Destinasi Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.