Sambut Libur Lebaran, Sandiaga Minta Tempat Wisata Ketatkan Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno mengunjungi Dusun Butuh Magelang yang kerap dijuluki Nepan Van Java. Foto Instagram Sandiaga

    Sandiaga Uno mengunjungi Dusun Butuh Magelang yang kerap dijuluki Nepan Van Java. Foto Instagram Sandiaga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah sudah resmi melarang aktivitas mudik lebaran tahun ini demi menekan angka penularan Covid-19. Larangan tersebut diprediksi dapat menurunkan mobilitas warga yang berdampak pada sektor pariwisata.

    Meski begitu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yakin sektor pariwisata tetap dapat bergeliat, terutama bagi destinasi wisata di daerah.

    "Lebaran tahun ini mudik ditiadakan namun  destinasi wisata akan penuh. Untuk itu protokol kesehatan harus disiapkan dengan baik," kata Sandiaga saat membuka Dialog Nasional Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif Banten dalam Perspektif Keadilan Sosial, Selasa, 6 April 2021.

    Karena itu, Sandiaga meminta pengelola destinasi wisata di daerah-daerah untuk bersiap menyambut kunjungan wisatawan saat libur lebaran. Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    "Dengan prokes yang ketat, meningkatkan tes Covid-19 serta vaksinasi yang sedang berjalan, kita berharap agar pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit kembali," kata Sandiaga.

    Secara khusus, Sandiaga juga berharap agar Pemerintah Provinsi Banten segera memetakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Banten, salah satunya melalui pengembangan desa wisata. Ia sempat mengunjungi sejumlah titik destinasi wisata seperti Desa Wisata Kampung Agrinex Cikeusik Pandeglang, Tanjung Lesung dan Pantai Anyer. 

    Baca juga: Sultan Hamengku Buwono X Minta Detail Aturan PPKM Mikro Ramadan, Mudik, Lebaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.