Agoda Sebut Wisatawan Asia Mulai Berburu Perjalanan Internasional

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi paspor. shutterstock.com

    Ilustrasi paspor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform perjalanan online Agoda mengungkap bahwa jumlah pencarian perjalanan internasional mulai meningkat seiring berjalannya proses vaksinasi, diskusi seputar paspor Covid-19 dan pengumuman karantina di hotel yang sudah diakreditasi pemerintah. Mereka menyoroti hal itu sebagai perkembangan baru dalam pemulihan dan optimisme yang tumbuh bahwa perjalanan internasional mulai pulih bagi wisatawan Asia.

    “Tentu saja ada alasan bagi industri perjalanan di Asia untuk mulai merasa lebih optimis, dan vaksin adalah hal yang sangat penting untuk pemulihan sepenuhnya," kata John Brown, CEO Agoda lewat keterangan resminya, Ahad, 4 Maret 2021.

    Agoda mencatat Australia, Korea Selatan, Jepang dan Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah destinasi internasional dalam 30 pencarian teratas selama bulan Maret 2021, dibandingkan Desember 2020. Wisatawan dari negara-negara ini mengikuti optimisme pulihnya perjalanan internasional dari turis Cina, Taiwan dan Singapura.

    Hanya Malaysia, Filipina dan Thailand yang tidak menunjukkan adanya pencarian destinasi internasional dalam 30 pencarian teratas, baik pada Desember 2020 maupun Maret 2021. Thailand dan Filipina seringkali muncul sebagai destinasi tujuan dan Bangkok berada di urutan keenam dalam daftar 30 pencarian teratas di 11 negara asal.

    "Data pencarian Agoda menunjukkan bahwa wisatawan menantikan kembalinya perjalanan internasional dengan dukungan pelaksanaan vaksinasi. Namun, ada hal-hal lain yang harus dilakukan," kata Brown.

    Pada Maret 2021, dari 30 pencarian destinasi teratas oleh wisatawan Indonesia mencatatkan satu destinasi internasional, dibandingkan 0 pada Desember 2020. Tempat yang masuk dalam pencarian destinasi internasional teratas adalah Genting Highlands. Sementara tempat yang masuk pencarian destinasi domestik teratas adalah Bandung, Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Puncak.

    Data Agoda juga memperlihatkan bahwa pola pemesanan mulai bergerak menuju normal dan kembali ke tren pra Covid-19, terutama karena indikasi perilaku seperti lead time dan harga sempat anjlok drastis selama musim semi dan musim panas, namun kali ini mengalami penurunan yang tidak terlalu tajam.

    Brown mengatakan pelaksanaan vaksin di Asia sedang dimulai, tetapi kecepatan di seluruh wilayah bervariasi. Beberapa negara seperti Singapura akan divaksinasi penuh tahun ini, sementara negara-negara lain seperti Jepang, Thailand dan Vietnam baru mendapat vaksin total hingga 2022.

    "Pemerintah perlu berinovasi bagaimana pendekatan yang dilakukan terhadap pembukaan kembali perbatasan negara, menyeimbangkan kebutuhan nyata akan keselamatan warga mereka, juga pengunjung, dengan realitas ekonomi," kata Brown.

    Saat ini, Agoda menilai wisatawan sudah sangat siap untuk bepergian sehingga kolaborasi pemerintah-swasta menjadi penentu saat dunia bergerak menuju pemulihan berkelanjutan untuk industri perjalanan dan pariwisata. Industri itu merupakan pilar penting di Asia Pasifik yang berkontribusi 10 persen dari PDB APAC pada 2019.

    “Kami melihat harapan saat negara-negara mengumumkan pembukaan kembali perbatasan melalui inisiatif Taiwan-Palau atau travel bubbles Australia– Singapura yang potensial," kata Brown.

    Meski begitu, menurut Brown, perjalanan internasional akan menghadapi kenyataan baru dengan langkah-langkah terintegrasi untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan bertanggung jawab, mulai dari rapid test, sertifikat kesehatan, paspor vaksin Covid-19 dan lainnya. "Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat dan mitra akomodasi untuk mengidentifikasi solusi berbasis teknologi untuk memacu dan mendorong kebangkitan ekonomi pariwisata lokal," kata dia.

    Baca juga: Qantas Rencanakan Buka Penerbangan Internasional Akhir Oktober


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.