Bandara Berkembang Jadi Tempat Wisata, Bandara Palembang Pilih Wisata Olahraga

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang melakukan pemantauan suhu tubuh penumpang pesawat menggunakan

    Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang melakukan pemantauan suhu tubuh penumpang pesawat menggunakan "Thermo Infrared" di terminal kedatangan internasional Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II, Palembang, Sumatera Selatan, 3 September 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara kini bukan sekadar tempat untuk naik turun penumpang pesawat terbang atau transit. Wajah bandara di masa depan termasuk menjadi tempat berwisata bagi siapapun, terlepas dia calon penumpang pesawat atau bukan.

    Contoh Bandara Changi Singapura. Tak hanya menjadi bandara tersibuk di Asia, pengelola Bandara Changi menyediakan berbagai fasilitas hiburan bagi siapapun yang datang ke sana. Ada layanan nonton film gratis, area bermain anak dengan tema khusus, sampai pusat perbelanjaan dengan air terjun yang mempesona bernama Jewel.

    Jika pengelola Bandara Changi memasang magnet wisata belanja di bandara, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang berencana membangun wisata olahraga atau sport tourism di sana. "Inovasi bandara menjadi destinasi wisata banyak dilakukan bandara besar dunia," kata Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II KC Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, KRAT Tommy Ariesdianto pada Sabtu, 3 April 2021.

    Jenis wisata olahraga yang akan tersedia di Bandara Palembang adalah gokart dan sepeda gunung atau mountain bike. Arena gokart akan dibangun di parkir internasional bandara, sedangkan arena sepeda gunung di sisi Stasiun LRT bandara seluas empat hektare. "Mudah-mudahan tahun ini terealisasi," ujarnya.

    Tommy menjelaskan, keberadaan bandara sekarang bukan lagi sekadar tempat masyarakat menggunakan jasa penerbangan. Pengelola bandara harus mengembangkan potensi, misalkan menjadi kawasan wisata dan ekonomi kreatif untuk mengoptimalkan aset dan menambah pemasukan.

    Pengembangan kawasan bandara ini, menurut Tommy, sekaligus menekan dampak penurunan penumpang yang mencapai 70 persen akibat pandemi Covid-19. Berkurangnya jumlah penumpang pesawat mengakibatkan anjloknya pendapatan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

    Selain membangun arena gokart dan sepeda gunung, pengelola bandara Palembang juga akan mengoptimalkan fungsi airport plaza dan menambah fasilitas, seperti jalur sepeda. Pengembangan bandara menjadi destinasi wisata juga bersinergi dengan dukungan bagi UMKM. "Konsepnya little Palembang, masyarakat dapat langsung mengetahui tentang Palembang lewat produk yang dijual," kata Tommy.

    Baca juga:
    Ikuti 3 Tahapan Ini untuk Dapat Layanan Genose Covid-19 di Bandara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.