Demi Dongkrak Wisata, Sandiaga Susun Peta Perjalanan Joglosemar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, melakukan kunjungan ke Saloka Theme Park, Kamis (1/4/2021). Dok.Kemenparekraf

    Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, melakukan kunjungan ke Saloka Theme Park, Kamis (1/4/2021). Dok.Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan akan membuat peta perjalanan atau travel pattern di kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) untuk menggenjot kunjungan wisatawan. Menurut dia, peta perjalanan itu adalah inovasi agar pariwisata bisa bangkit dari pandemi.

    "Peta perjalanan tidak hanya dapat memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan dan mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, tapi juga sesuai dengan segmentasi pariwisata ke depan yang lebih personalize, customize, localize dan smaller in size," kata Sandiaga, Kamis, 1 April 2021.

    Personalize adalah konsep pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga. Kemudian customize adlaah konsep wisata dimana para traveler akan berwisata dengan minat khusus seperti wisata berbasis alam. Localize adalah wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh atau maksimal 250 kilometer antar destinasi, sedangkan smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

    Ia pun mencontohkan peta perjalanan yang bisa ditempuh di kawasan Joglosemar. Misalnya wisatawan mendarat di Semarang kemudian menuju desa wisata Lerep.

    "Pattern-nya kalau saya bergerak ke arah selatan saya akan menginap di daerah selatan Kabupaten Semarang, atau di Utara Kabupaten Magelang. Untuk itu, kemampuan kita berinovasi untuk membuat travel pattern Joglosemar yang bervariasi dan dapat memberikan suatu pengalaman sendiri. Borobudur itu magnetnya, tapi Joglosemar ini adalah pattern-nya,” kata Sandiaga.

    Dengan adanya peta perjalanan, menurut Sandiaga, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman berwisata lebih berkualitas. Jumlah hari menginap lebih lama dan pengeluaran pun lebih meningkat yang artinya baik bagi sektor pariwisata.

    Sandiaga pun menyebut ada sejumlah daerah yang bisa menyusun peta perjalanan. Misalnya Jawa Timur yang memiliki magnet wisata Bromo Tengger Semeru (BTS). "Peta perjalanan sebelum ke BTS bisa ke Malang, Banyuwangi, dan Surabaya itu yang sedang kita kembangkan lantaran hal tersebut menjadi tren wisata era baru,” ujarnya.

    Baca juga: Berlaku per 1 April, Surat Edaran Terbaru Satgas Covid-19 Soal Aturan Perjalanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H