3 Kawasan Pusaka di Surakarta, Rembang, dan Semarang Bakal Dipugar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keraton Mangkunegaran Surakarta, Jawa Tengah. TEMPO/Bram Selo Agung

    Keraton Mangkunegaran Surakarta, Jawa Tengah. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan segera menata sejumlah kawasan pusaka atau kawasan cagar budaya di tiga titik di Jawa Tengah. Basuki menjelaskan, penataan ini penting untuk melestarikan peninggalan sejarah sekaligus meningkatkan geliat pariwisata.

    “Konsep penataan kawasan cagar budaya disesuaikan dengan fungsi sebagai destinasi wisata yang selaras dengan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal," kata Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Minggu 28 Maret 2021. Berikut detail penataan tiga kawasan cagar budaya tersebut:

    1. Keraton Mangkunegaran di Kota Surakarta
      Penataan kawasan cagar budaya Keraton Mangkunegaran meliputi Bangunan Prangwedanan, Bangunan Ndalem Ageng dan Pringgitan, Bangunan Rekso Pustoko, dan lansekap. Kegiatan mendapatkan alokasi anggaran Rp 18 miliar.

      Pekerja menyelesaikan perbaikan di kawasan Keraton atau Puro Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, 7 September 2015. Puro Mangkunegaran yang dibangun tahun 1757 oleh Raden Mas Said, atau dikenal dengan nama KGPAA Mangkunegoro I . TEMPO/Bram Selo Agung

    2. Alun-alun Lasem di Kabupaten Rembang
      Penataan Alun-alun Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meliputi area seluas 10 ribu meter persegi. Bagian yang akan dipugar antara lain Alun-alun Lasem, bangunan pasar, lansekap kawasan masjid, dan kawasan Karangturi, Kauman, dan Jatigoro.

      Anggaran penataan di Alun-alun Lasem sebesar Rp 114,6 miliar hingga 2022. "Setelah merehabilitasi Kota Lama Semarang, kini para arsitek kami akan menata Kota Pusaka Lasem," kata Basuki. "Lasem akan menjadi kota budaya dan simbol kebhinekaan Indonesia."

    3. Masjid Raya Baiturrahman di Kota Semarang
      Masjid Raya Baiturrahman berdiri sejak 1974 dengan luas 11.765 meter persegi. Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan di masjid ini antara lain menguatan struktur, lansekap masjid, pembenahan menara masjid, parkir bawah tanah, dan pekerjaan mekanik, kelistrikan, dan saluran air. Anggaran penataan Masjid Raya Baiturrahman di Kota Semarang sekitar Rp 106,7 miliar hingga 2022.

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan penataan kawasan pusaka atau bangunan cagar budaya penting agar daerah itu lebih cantik, rapi, dan bersih. "Setelah kawasan cagar budaya tersebut selesai ditata, saya berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga memajukan perekonomian masyarakat," kata Ganjar Pranowo.

    Baca juga:
    Wisata ke Yogyakarta, Arsitektur Bangunan di 4 Kawasan Ini Tak Bakal Berubah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.