Eks Lahan Likuefaksi di Palu akan Dikembangkan Jadi Area Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memasuki lokasi bekas bencana gempa dan likuifaksi di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 Desember 2018. Sekitar 1.642 kepala keluarga atau 3.800 jiwa korban terdampak gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo saat ini berada di lokasi pengungsian di sebelah timur dari area likuefaksi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Sejumlah warga memasuki lokasi bekas bencana gempa dan likuifaksi di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 Desember 2018. Sekitar 1.642 kepala keluarga atau 3.800 jiwa korban terdampak gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo saat ini berada di lokasi pengungsian di sebelah timur dari area likuefaksi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tahun berlalu setelah terjadi bencana gempa dan likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pemerintah setempat pun kini berencana akan mengembangkan lahan eks likuefaksi itu untuk pariwisata.

    Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu Mohamad Rizal mengatakan kawasan eks likuefaksi bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. "Sebagaimana revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palu, bahwa kawasan eks likuefaksi dan jalur patahan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, kecuali hunian karena masuk dalam zona merah bencana," kata dia, Kamis, 25 Maret 2021.

    Rizal mengatakan kawasan eks likuefaksi dan patahan atau sesar itu perlu dikembangkan supaya tidak menjadi kawasan mati dan hanya ditumbuhi semak belukar. Rencana itu juga termasuk dalam upaya penataan kembali dalam menunjang aktivitas perkotaan sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, tsunami dan likuefaksi.

    Dalam revisi RTRW, kawasan itu bisa digunakan untuk agrowisata dan ruang terbuka hijau (RTH). "Rencananya eks likuefaksi Petobo didorong untuk kegiatan agrowisata," ujar Rizal.

    Rencananya, Pemkot Palu mulai melakukan kegiatan pengembangan lahan eks likuefaksi dan sejumlah kawasan lainnya tahun ini. "Pak Wali Kota sedang menyusun dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk diajukan ke Pemerintah Pusat sebagai bentuk permohonan bantuan, salah satunya bantuan pembiayaan," kata Rizal.

    Menurut dia, sebelum pengembangan lahan eks likuefaksi berjalan, pihaknya telah  berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui kementerian teknis serta pihak-pihak terkait lainnya. "Bentuk koordinasi sesungguhnya sudah berjalan sejak awal proses penyusunan revisi RTRW tahun 2020 karena melibatkan sejumlah instansi, lembaga dan kementerian teknis terkait," kata Rizal.

    Baca juga: Wings Air Buka Rute Baru Makassar - Palu dan Sebaliknya Satu Kali Sehari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H