Tlusur, Aplikasi untuk Mereka yang Mau Wisata Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gaya liburan (pixabay.com)

    Ilustrasi gaya liburan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski masih pandemi Covid-19, masyarakat diizinkan untuk bepergian atau berwisata tapi wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Demi memastikan wisatawan bisa nyaman dan aman di destinasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenalkan aplikasi Tlusur.

    Aplikasi yang dikembangkan bersama PT Fantasis Anak Bangsa (FAB) itu menyediakan informasi destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia. Informasi itu antara lain mencakup penerapan protokol kesehatan dan jumlah kapasitas pengunjung di destinasi tersebut.

    “Aplikasi ini akan melaporkan penggunanya ketika suatu destinasi wisata itu dalam kapasitas kosong, begitu pun sebaliknya,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangannya, Selasa, 23 Maret 2021.

    Sandiaga mengharapkan aplikasi Tlusur dapat membantu pihaknya dalam melakukan proses testing dan tracing Covid-19. Aplikasi yang akan memasuki masa aplha testing ini direncanakan untuk dikolaborasikan dengan aplikasi-aplikasi tracing yang telah ada, seperti E-HAC dari Kementerian Kesehatan dan PeduliLindungi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi.

    Sementara itu, Chief Executive Officer PT FAB, Fritz Tobing, mengatakan aplikasi ini diharapkan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang berwisata di masa pandemi Covid-19. “Aplikasi ini konsepnya melindungi para wisatawan dengan update tracking terkini dan membagikan berbagai informasi dari destinasi wisata yang ada di Bali,” ujar Fritz.

    Nantinya aplikasi Tlusur akan diberlakukan di seluruh destinasi wisata di Indonesia.

    Baca juga: Para Pelancong Wajib Punya 5 Aplikasi Ini di Ponsel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.