Tiga Festival di Aceh Ini Masuk Agenda Wisata Nasional

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peragawan memakai pakaian adat memegang berbagai jenis produk unggulan ekonomi kreatif saat berlangsung Pameran dan Festival Kreatif, Seni Budaya di Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Jumat 1 November 2019. Festival yang bertajuk Piyoh-Piyoh Festival 2019 itu bertujuan untuk meningkatkan minat beli konsumen secara nasional sekaligus memperkenal produk unggulan kreatif masyarakat di Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad

    Peragawan memakai pakaian adat memegang berbagai jenis produk unggulan ekonomi kreatif saat berlangsung Pameran dan Festival Kreatif, Seni Budaya di Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Jumat 1 November 2019. Festival yang bertajuk Piyoh-Piyoh Festival 2019 itu bertujuan untuk meningkatkan minat beli konsumen secara nasional sekaligus memperkenal produk unggulan kreatif masyarakat di Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Aceh memiliki 67 agenda kalender kepariwisataan selama 2021. Tiga diantaranya merupakan festival yang masuk agenda pariwisata nasional.

    "Tiga festival yang masuk agenda pariwisata nasional tersebut yakni festival seudati, festival kuliner dan festival Ramadan," kata Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Banda Aceh, Selasa, 23 Maret 2021.

    Menurut Nova Iriansyah, masuknya tiga festival tersebut menjadi agenda nasional merupakan kepercayaan dan menjadi titik awal kebangkitan pariwisata Aceh di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, ia menekankan pentingnya protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

    "Protokol kesehatan ini merupakan syarat wajib, baik bagi pelaku pariwisata maupun wisatawan. Jadi, patuhi protokol kesehatan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Aceh yang terpuruk akibat pandemi Covid-19," kata Nova Iriansyah.

    Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya berharap 67 kegiatan kepariwisataan Aceh yang akan digelar selama tahun ini merupakan awal kebangkitan pariwisata Aceh. "Pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun, pelaku pariwisata tidak harus terpuruk karena pandemi. Pelaku pariwisata harus mampu berdampingan dengan kondisi yang ada," kata dia.

    Ia pun turut mengingatkan bahwa salah satu kunci kebangkitan pariwisata kala pandemi adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan, termasuk fi Aceh. "Protokol kesehatan menjadi syarat wajib pelaku pariwisata serta wisatawan," kata Nia.

    Baca juga: Tour de Koetaradja, Ajang Balap Sepeda Sekaligus Promosi Wisata di Aceh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H