Siap-siap Disambut Tari Sri Kayun Saat Wisata ke Kulon Progo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman dan seniwati Kulon Progo menampilkan Tari Sri Kayun. (ANTARA/Sutarmi)

    Seniman dan seniwati Kulon Progo menampilkan Tari Sri Kayun. (ANTARA/Sutarmi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Kulon Progo tampil makin mempesona saja untuk wisatawan. Selain keindahan alamnya, para wisatawan yang datang ke sana kini bisa merasakan penyambutan spesial, yaitu lewat pentas tari Sri Kayun.

    Tari Sri Kayun adalah tari penyambutan yang menggambarkan Kulon Progo sebagai daerah yang cantik bagai putri jelmaan Dewi Padi. Tarian itu diluncurkan oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo untuk menjadi ikon daerah.

    Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Niken Probo Laras mengatakan tarian itu diharapkan bisa meningkatkan daya tarik wisata budaya daerah. Selain meluncurkan Tari Sri Kayun, Dinas Kebudayaan menggelar fragmen tari Suroloyo Wrehaspati yang menceritakan kisah perebutan kekuasaan Lembu Andini dengan Hyang Manikmaya.

    "Naskah Sri Kayun ditulis oleh Widodo Pujo Bintoro dan untuk pagelaran fragmen tari Mahabarata dengan lakon Suroloyo Wrehaspati ditulis oleh Widodo Kusnantyo," kata Niken, Senin, 22 Maret 2021.

    Tari Sri Kayun dan fragmen Suroloyo Wrehaspati dibawakan oleh seniman Kulon Progo dan pegawai pemerintah daerah sebagai penari pendukung.

    Bupati Kulon Progo Sutedjo berharap tarian penyambutan itu bisa disosialisasikan ke pengelola tempat wisata dan diajarkan kepada warga agar bisa menjadi bagian dari tradisi acara penyambutan di Kulon Progo"Saya sungguh berbangga ketika banyak anak-anak muda yang menekuni seni budaya dan tradisi. Kita sebagai orangtua wajib untuk mendukungnya," ujarnya.

    Baca juga: Festival Langen Carita 2021, Kenalkan Cerita Jawa ke Generasi Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.