Penanda Tulisan pada Koper Sudah Kuno, Pakai Tag Elektronik Cegah Koper Hilang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat penanda elektronik untuk melacak koper atau benda. Foto: Samsung

    Alat penanda elektronik untuk melacak koper atau benda. Foto: Samsung

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah koper atau barang bawaan tertukar atau hilang saat melakukan perjalanan. Sebagian orang sengaja memilih koper dengan bentuk dan warna yang unik sebagai pembeda. Ada pula pemilik koper yang memberi tanda atau tag berupa tulisan, gantungan, atau penanda lain supaya kopernya mudah dikenali.

    Semua metode penanda atau tagging itu sudah kuno. Sekarang, pelancong dapat menggunakat perangkat elektronik yang disematkan pada koper untuk memastikan barang bawaannya tidak tertukar, apalagi hilang tanpa jejak. Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Leo Hendarto mengenalkan Galaxy SmartTag untuk mencegah seseorang kehilangan barang berharga mereka.

    "Jangan sampai kamu menghabiskan waktu untuk mencari barang-barang hilang, yang semestinya bisa dicegah," kata Leo Hendarto dalam keterangan tertulis, Minggu 21 Maret 2021. Pengguna dapat mengaitkan Galaxy SmartTag pada benda yang diinginkan. Kemudian mengunduh aplikasi SmartThings di ponsel. Dari situ, pengguna Galaxy SmartTag dapat memonitor pergerakan benda yang tersemat alat penanda tadi.

    Leo Hendarto menjelaskan, Samsung Galaxy SmartTag dapat dipasang pada benda elektronik maupun non-elektronik. Alat penanda ini, menurut dia, lahir dari kegelisahan yang dirasakan banyak orang ketika kehilangan benda berharga. Padahal di saat yang sama, mereka seharusnya menikmati perjalanan atau suasana yang menyenangkan.

    Banyak waktu terbuang untuk mencari dan mood jadi rusak karena benda yang hilang itu. Terlebih jika yang raib adalah sebuah koper berharga saat kamu sedang melakukan perjalanan. Proses pencariannya bisa menguras pikiran, energi, uang, dan durasi yang panjang.

    Alat penanda elektronik untuk melacak koper atau benda. Foto: Samsung

    Baca juga:
    Koper Hilang atau Rusak di Pesawat, Begini Cara Mengurusnya

    Selain memberikan tanda pada benda, ada tiga barang lain yang wajib dibawa saat melakukan perjalanan. Empat benda itu adalah:

    1. Kelengkapan dokumen
      Dokumen perjalanan meliputi KTP, SIM, paspor saat bepergian ke luar negeri, tiket, dan di masa pandemi wajib membawa hasil tes Covid-19, kartu vaksinasi jika ada, dan tentunya alat pembayaran baik berupa kartu maupun uang tunai. Pastikan semua dokumen penting ini tersusun rapi dalam suatu tempat khusus agar mudah ditemukan, dan sewaktu-waktu perlu dikeluarkan untuk ditunjukkan kepada petugas.

    2. Perlengkapan sanitasi
      Bawalah perlengkapan sanitasi pribadi, meliputi masker cadangan, cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, dan obat pribadi. Taati protokol kesehatan dan pastikan lingkungan tetap bersih agar terhindar dari penyebaran virus selama berada di luar rumah.

    3. Ponsel
      Benda yang satu ini wajib dibawa. Ponsel menjadi perangkat elektronik yang memudahkan aktivitas. Pelancong dapat menyimpan versi digital dari dokumen-dokumen penting tadi di dalam ponsel, melakukan transaksi pembayaran digital lewat ponsel, sampai mencari petunjuk arah dari ponsel. Dan yang juga penting, mencari barang hilang dengan ponsel yang sudah dibenamkan aplikasi Smart Things tadi.

      Jika benda yang sudah tersemat alat pelacak Galaxy SmartTag hilang, pengguna tinggal membuka aplikasi Smart Things di ponsel dan menekan fitur 'Ring' untuk 'memanggil' barang tersebut. Alat penanda seharga Rp 399 ribu, ini akan mengeluarkan bunyi dan carilah di mana keberadaannya. Jika suaranya tak terdengar karena jangkauannya cukup jauh, misalkan pada koper saat perjalanan, pengguna dapat menggunakan fitur peta pelacak di ponsel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.