Sandiaga Uno Ingin Wisatawan Singapura dan Malaysia Tinggal Lebih Lama di Batam

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2020-2024, Sandiaga Uno berpose usai serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Sandiaga menggantikan Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2020-2024, Sandiaga Uno berpose usai serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Sandiaga menggantikan Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ingin agar wisatawan mancanegara tinggal lebih lama di Kepulauan Riau. Untuk itu, dia menantang pemerintah provinsi Kepulauan Riau dan pelaku usaha di sana membuat paket wisata menarik.

    "Saya titip supaya length of stay meningkat," kata Sandiaga Uno saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau, Sabtu 20 Maret 2021. Wisatawan yang paling banyak datang ke Kepulauan Riau berasal dari Singapura dan Malaysia. Mereka biasanya datang di akhir pekan, sehingga masa tinggalnya tidak lama.

    Berdasarkan data pariwisata 2019, provinsi Kepulauan Riau menduduki posisi kedua sebagai destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara. Sebab itu, Sandiaga menyarankan agar mengemas paket wisata menarik yang membuat wisatawan betah.

    Beberapa paket wisata yang dapat ditawarkan antara lain paket wisata olahraga golf, paket wisata budaya ke suku laut di Lingga sampai Pulau Penyengat, atau paket wisata alam ke Kepri Coral dan pulau-pulau penyangga lainnya. "Harus membuat paket wisata," katanya.

    Wisatawan menunggangi kuda di pinggir pantai di Pulau Bintan di Kepulauan Riau. Untuk berkunjung ke Pulau Bintan wisatawan bisa mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, atau ke Bandara Tanjungpinang, dan kemudian bisa melanjut ke kawasan Lagoi BIntan dengan menggunakan kapal cepat atau speedboat. shutterstock.com

    Jika selama ini wisatawan mancanegara hanya bertahan selama satu-dua hari di akhir pekan, Sandiaga berharap paket wisata itu mampu memperlama masa kunjungan menjadi minimal tiga sampai empat hari. Sandiaga juga menyarankan pemerintah daerah memberikan insentif kepada pengusaha travel atau penyedia jasa pariwisata yang berhasil mengulur waktu kunjungan wisatawan mancanegara dengan aktivitas menarik.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menerima masukan dari Sandiaga tersebut. Selain membuat paket wisata, menurut dia, selama masa pandemi Covid-19 wisatawan cenderung menginginkan aktivitas di alam luar. Dengan begitu, pemerintah mendorong masyarakat pesisir membangun homestay di tepi pantai.

    Dengan suasana yang nyaman, penginapan yang dekat dengan pantai, menikmati pemandangan alam seketika dari tempat tidur, menurut Ardiwinata, bisa membuat wisatawan betah berlama-lama di sana, seperti harapan Sandiaga Uno. "Wisatawan ingin kembali ke segala sesuatu yang alami," kata dia.

    Baca juga:
    Batam dan Bintan akan Sambut Turis Asing Lebih Dulu Sebelum Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H