Wisata Desa Sapit di Lombok: Gunung Rinjani dan Matahari Terbit di Atas Awan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan matahari dari Desa Sapit, Lombok. Dok pribadi Sabri (Polhut KPH Rinjani Timur)

    Pemandangan matahari dari Desa Sapit, Lombok. Dok pribadi Sabri (Polhut KPH Rinjani Timur)

    TEMPO.CO, Mataram - Berada di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, desa Sapit menjanjikan sebuah pemandangan indah yang menyenangkan mata pengunjungnya. Di sana, di atas ketinggian 697 meter di atas permukaan laut, pengunjung bisa melihat panorama matahari terbit yang memukau.

    Sejak lama, wisatawan menjadikan desa Sapit sebagai titik menikmati terbitnya matahari. Keindahan mentari pagi biasanya dijadikan objek wisata mengawali tahun baru setelah menikmati pesta akhir tahun di Lombok. Ada paket melihat matahari terbit awal tahun di Sapit.

    Matahari terbit muncul persis di ufuk kepala pulau Sumbawa. "Apalagi bulan purnama yang langsung menyinari air laut mengkilat dan sangat terang terlihat di kejauhan,'' kata Ronny Noor, salah satu pemilik homestay di kawasan itu.

    Desa Sapit bisa ditempuh dalam waktu dua jam dari Kota Mataram. Pengunjung akan disambut dengan hawa sejuk pegunungan di sana.

    Di sekitar desa Sapit ini, pengunjung bisa mendatangi Bukit Pal Jepang di ketinggian 2.300 mdpl. Dinamai Bukit Pal Jepang, karena di sana ada pal (tonggak batu penanda) peninggalan zaman pendudukan Jepang.

    Lokasinya cocok untuk wisatawan yang hobi berkemah karena ada camping ground seluas 2,5 hektare. Pengunjung bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam di atas bukit tersebut. 

    Sayangnya, beberapa waktu lalu pal tersebut dihancurkan karena salah persepsi sebagai penanda lokasi penyimpanan harta peninggalan Jepang. Padahal setelah dibongkar tidak ditemukan adanya harta.

    Seorang anggota Polisi Hutan KPH Rinjani Timur di Sapit, Sabri mengatakan bukit pal Jepang biasanya ramai di datangi wisatawan saat musim panas untuk melihat matahari terbit dan tenggelam. "Kalau musim panas ramai. Seperti di negeri di atas awan karena awan yang menyelimuti lokasi,'' ujarnya.

    Keindahan Sapit tak sampai di situ. Di sekitar Sapit juga ada pemandian Lemor, Kebun Raya Lemor dan sumber air panas Sebau. Semuanya melengkapi kebutuhan wisata para pengunjung.

    Misalnya sumber air panas Sebau yang sering didatangi wisatawan yang ingin mandi air panas belerang. "Mereka yang datang ke Sebau berkepentingan berobat penyakit kulitnya,'' ucap Sabri.

    Bagi wisatawan yang ingin ke desa Sapit, sudah tersedia sejumlah homestay untuk menginap, termasuk milik Ronny Noor. Pastikan Anda memerhatikan protokol kesehatan.

    Baca juga: Wisata Olahraga di Lombok, Jelajah Rute Lahar Erupsi Gunung Rinjani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.