2023, Stasiun Tugu Yogyakarta akan Terkoneksi dengan Moda Transportasi Lain

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Tugu Yogyakarta. dok.TEMPO/Pius Erlangga

    Stasiun Tugu Yogyakarta. dok.TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Salah satu ikon Yogyakarta, Stasiun Tugu bakal berlanjut lagi pengembangannya setelah penataan wajah sisi selatan rampung digarap dengan hadirnya jalur pedestrian pada akhir 2018.

    Kali ini, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan PT KAI mulai membahas pengembangan lanjutan stasiun utama di Yogyakarta itu dengan target bisa selesai akhir 2023. “Stasiun Yogyakarta itu nanti dikembangkan sesuai dengan konsep ekosistem transportasi agar dapat menggabungkan moda-moda transportasi lainnya selain kereta api,” kata Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo di sela pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa, 9 Maret 2021.

    Didiek mengatakan dari pengembangan itu, wisatawan dan para penumpang kereta api jarak jauh kelak bisa langsung mendapatkan moda transportasi lain ketika mereka turun di Stasiun Tugu Yogyakarta. Moda lain yang dimaksud seperti bus, kereta komuter maupun pesawat terbang sehingga terbentuk kesinambungan dalam pembangunan transportasi secara keseluruhan.

    Selain itu, kata Didiek, tidak menutup kemungkinan bahwa kelak di lokasi itu dikembangkan commuter berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Hanya saja soal ART ini masih butuh kajian mendalam.

    Dalam pengembangan Stasiun Tugu ini, PT KAI bersama Keraton Yogyakarta juga sudah sepakat untuk tetap memperhatikan kearifan dan budaya lokal serta falsafah yang ada. Seperti sumbu filosofis atau garis imajiner yang menghubungkan Tugu Jogja, Malioboro hingga Keraton Yogyakarta.

    “Kami sepakat apa yang menyangkut kebudayaan dan tata kehidupan menjadi suatu keharusan, sehingga Stasiun Tugu bisa bermanfaat bagi masyarakat Yogyakarta,” kata Didiek.

    Adapun rencana pengembangan Stasiun Yogyakarta pada dasarnya sudah digagas cukup lama. Rencana pengembangan stasiun ini disebut Didiek sudah ada sejak 2011 dan masuk dalam proyek nasional.

    “Pengembangan Stasiun Tugu ini diharapkan pemerintah pusat bisa terselesaikan sebelum Desember 2023,” kata Didiek.

    Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan pengembangan Stasiun Yogyakarta ini merupakan bagian dari rencana mewujudkan pembangunan transportasi kereta ke arah green infrastructure atau infrastruktur ramah lingkungan. “Ke depannya, kereta-kereta bertenaga diesel juga akan diubah menjadi kereta listrik,” kata dia.

    Stasiun Tugu dalam pengembangan ini akan disiapkan sebagai sarana hub (pusat) antara transportasi global seperti pesawat udara, transportasi komuter, dan transportasi nasional. “Supaya masyarakat lebih mudah menggunakan transportasi kereta,” kata Aji.

    Terkait pengembangan Stasiun Tugu ini, Aji menyebut akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Pengembangan stasiun itu akan melibatkan berbagai unit usaha dan BUMN, tidak hanya PT KAI saja.

    “Kami di daerah berharap masterplan pengembangan bisa segera ditetapkan, agar proses-proses perizinan yang menjadi tanggung jawab Pemda DIY bisa segera dilakukan pula,” kata Aji.

    Aji menuturkan dari Pemda DIY sendiri untuk pengembangan stasiun Tugu Yogyakarta akan memfasilitasi dari sisi perizinan pemanfaatan lahan. Sementara untuk pendanaan dan kebutuhan lain-lain oleh PT KAI.

    Baca juga: Taman Pintar Yogyakarta Sediakan Bus Antar Jemput Wisatawan, Ini 4 Syaratnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.