Khofifah Promosikan Ngawi: Kartonyono Medhot Janji hingga Kebun Teh Jamus

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tugu Gading Kartonyono di Kabupaten Ngawi yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan. (ANTARA/Fiqih Arfani)

    Tugu Gading Kartonyono di Kabupaten Ngawi yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan. (ANTARA/Fiqih Arfani)

    TEMPO.CO, JakartaGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Pemerintah Kabupaten Ngawi mempromosikan beragam destinasi wisata di sana. Salah satunya adalah Tugu Gading Kartonyono.

    Tugu Gading Kartonyono adalah ikon kota Ngawi yang identik dengan lagu Kartonyono Medhot Janji yang dipopulerkan oleh Denny Caknan. “Harus banyak dimunculkan Kartonyono Medhot Janji, dan dikuatkan bahwa itu punya Kabupaten Ngawi di Jatim, bukan daerah atau provinsi lain,” kata Khofifah di Surabaya, Ahad, 7 Maret 2021.

    Menurut Khofifah, pendekatan budaya melalui seni atau musik memiliki daya tarik tinggi untuk mendatangkan wisatawan. Apalagi Denny Caknan yang melantunkan lagu tersebut adalah pria yang pernah bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Ngawi.

    “Tugunya (Tugu Kartonyono) ada di Ngawi, Mas Denny juga dari sana. Harus maksimalkan untuk kemajuan dan kesejahteraan Ngawi,” kata Khofifah.

    ADVERTISEMENT

    Selain Kartonyono, menurut Khofifah, di Ngawi terdapat sejumlah destinasi wisata lainnya yang dinilai memiliki sejarah tinggi, seperti Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem, Museum Trinil dan Waduk Pondok.

    Di bidang kuliner, Ngawi memiliki kekayaan Kebun Teh Jamus yang terletak di lereng Gunung Lawu sebelah utara, tepatnya di Desa Girikerto, Kecamatan Sine. Luasnya mencapai 478 hektare.

    “Teh di sana ada rasa semacam kopi. Inikan aneh, sebab minumnya teh, tapi rasanya kopi. Kalau tidak di Ngawi ya tidak ada,” kata Khofifah.

    Berikutnya adalah keunggulan di bidang kerajinan jati yang ada galerinya, yaitu Kerajinan Gembol di Jalan Raya Solo-Ngawi Km.16. Keterampilan dan kreativitas warga yang berada di lingkungan hutan jati itu mengolah limbah kayu menjadi karya kerajinan dengan nilai lebih tinggi. Bahkan, produk mereka telah dipasarkan hingga ke Jepang, Spanyol, Belanda dan Perancis.

    Baca jugaRestorasi Benteng Van Den Bosch Ngawi atau Benteng Pendem Rampung Januari 2023


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?