Mencicip Lezatnya Rabeg, Sajian Favorit Sultan Banten

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sajian rabeg khas Banten.Dok.Banten Travel (Disbudpar Banten)

    Sajian rabeg khas Banten.Dok.Banten Travel (Disbudpar Banten)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berkunjung ke Banten, jangan lewatkan untuk mencicip rabeg. Kuliner sejenis soto yang kaya rempah ini merupakan makanan kesukaan Sultan Maulana Hasanuddin yang sulit ditemukan di daerah lain.

    Rabeg pada dasarnya bercita rasa gurih karena berisi daging atau jeroan kambing. Kuahnya juga diperkaya oleh campuran rempah khas seperti biji pala, lada, kayu manis, jahe dan lengkuas.

    Sepintas, masakan ini mirip dengan tengkleng namun memberikan aroma yang kuat seperti hidangan khas Timur Tengah. Nah, ada sejarahnya mengapa masakan ini mirip dengan kuliner Arab.

    Lewat buku Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa, dua penulis dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia, yakni Gagas Ulung dan Deerona, mengisahkan mengenai masakan rabeg yang menjadi salah satu bagian tulisan di buku terbitan 2014 itu.

    Menurut mereka, seperti dikutip dari laman indonesia.go.id, rabeg hadir berkat Sultan Maulana Hasanuddin yang berkelana ke tanah Arab untuk menunaikan ibadah haji. Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra sulung dari Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon. Dia merupakan penguasa Kesultanan Banten bergelar Pangeran Sabakinking yang memerintah antara 1552 hingga 1570.

    Dalam perjalanannya ke Arab Saudi, Sultan sempat singgah ke Kota Rabigh yang terletak di tepi Laut Merah. Rabigh adalah sebuah kota kuno yang sebelumnya bernama Al Juhfah dan saat ini masuk dalam wilayah Jedah, Provinsi Mekah, Arab Saudi.

    Di kota itu, Sultan Maulana Hasanuddin sempat mencicipi satu masakan berbahan dasar olahan daging kambing dan menyukai kuliner tersebut. Usai melaksanakan ibadah haji dan pulang ke Banten, ia tak bisa lupa dengan kelezatan masakan tersebut sehingga ia meminta juru masak istana membuatkan masakan seperti yang dia cicipi di Rabigh. Meski tidak sama persis, masakan karya juru masaknya itu tetap disukai Sultan.

    Sejak saat itu, kuliner ala Rabigh itu menjadi hidangan wajib di Istana Kesultanan Banten. Masakan itu pun dinamai rabigh dan seiring berjalannya waktu resep rabigh pun menyebar hingga ke seluruh Banten. Masyarakat ikut menyukai masakan favorit sultan mereka dan kata rabigh pun berubah menjadi rabeg sampai hari ini.

    Baca juga: Daftar 20 Sup Terbaik di Dunia, Salah Satunya Soto Ayam dari Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.