Tiap Jelang Ramadan Warga Kampar Lakukan Mandi Balimau Kasai Dengan Jeruk Nipis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Tradisi Mandi Balimau yang dilakukan warga untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dan untuk mensucikan diri di sungai Batang Kuranji, Padang, (8/7). Warga menyiramkan air campuran bunga rampai dan jeruk nipis ke sungai sebelum mandi. Tempo/Febrianti

    Suasana Tradisi Mandi Balimau yang dilakukan warga untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dan untuk mensucikan diri di sungai Batang Kuranji, Padang, (8/7). Warga menyiramkan air campuran bunga rampai dan jeruk nipis ke sungai sebelum mandi. Tempo/Febrianti

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu tradisi menjelang Ramadan yang sangat melekat pada masyarakat di Kabupaten Kampar di Riau, yaitu tradisi mandi balimau kasai. 

    Balimau kasai sendiri merupakan tradisi yang menggunakan jeruk nipis, jeruk purut atau jeruk kapas sebagai bahan utamanya sehingga itulah asal kata balimau diambil dari bahasa ocu suku di Kabupaten Kampar, sedangkan kasai merupakan ramuan atau wewangian, biasanya diambil dari bunga berfungsi sebagai pengharum badan dan pendingin kepala, dipercaya dapat menghindarkan diri dari pemikiran jahat dan buruk

    Pelaksanaan yang hanya dilakukan selama sekali setahun ini dianggap masyarakat setempat sebagai tradisi yang sakral dan ditunggu-tunggu. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sore hari menjalang puasa Ramadan, sebagai ekspresi syukur dan kegembiraan memasuki bulan puasa sekaligus simbol menyucikan diri.

    Tradisi yang terus dilestarikan, bahkan didukung pemerintah daerah setempat ini, diketahui awal mulanya sekali dilaksanaakan di Desa Alam Panjang, desa ini dekat dengan Sungai Kampar dan dekat dengan desa lainnya seperti Desa Pulau Baru, Padang Mutung, Pauh, dan Pulau Tinggi yang berada di seberangan.

    Baca: Muhammadiyah Umumkan 1 Ramadan Bertepatan dengan 13 April 2021

    Menurut sejarah sebelum pelaksanaan mandi balimau kasai ini dilaksanakan, ada serangkai acara yang dilakukan terlebih dahulu seperti santunan kepada anak yatim, diselingi materi keagaamann yang disampaikan seorang ustaz seputar Ramadan atau topik-topik Islam lainnya. Dilanjutkan kemudian dengan acara makan bajambau.

    Asal kata bajambau sendiri berasal dari Jambau tempat makanan siap santap atau dikenal juga dulang berkaki atau talam, dan makna bejambau sendiri makan bersama dalam satu hidangan yang diisi oleh lima orang dalam satu sajian.

    Acara ini turut dihadiri oleh seluruh tokoh masyarakat, pemangku adat (ninik-mamak)1 serta seluruh masyarakat dan kalangan muda-mudi, yang di dalam perkumpulan tersebut saling berjumpa dan menyapa lantas saling memohon maaf atas kesalahan masing-masing untuk menyambut hari Ramadan.

    Sudah satu Ramadan terlewati, tahun lalu kegiatan mandi balimau kasai ini tidak dapat dilakukan karena pandemi Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus itu melalui kerumuman warga. Walaupun demikian, tak perlu khawatir, keluarga di rumah tetap bisa merasakan mandi balimau kasai yang dilakukan di rumah masing-masing, melanjutkan tradisi lanjutan yang lain seperti menyantuni anak yatim, makan bajambau dan saling bermaafan dengan sanak saudara.

    TIKA AYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.