Bersih-bersih Serempak 50 Desa Wisata di NTB, Demi Program Zero Waste

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Pantai Cemare di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dok. Dinas Pariwisata Lombok Barat

    Suasana di Pantai Cemare di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dok. Dinas Pariwisata Lombok Barat

    TEMPO.CO, Mataram - Sebanyak 50 desa wisata di Nusa Tenggara Barat  melakukan kegiatan bersih-bersih sampah menyambut Hari Bersih Indonesia atau Hari Peduli Sampah Nasional. Kegiatan itu dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah  di Desa Wisata Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur, Ahad, 21 Februari 2021.

    Dalam kegiatan itu, para peserta melakukan aksi gotong royong membersihkan sampah di setiap akses jalan dan sudut desa wisata untuk mendukung dan mempercepat terwujudnya NTB Zero Waste.

    Program NTB Zero Waste merupakan program mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat yang diintegrasikan melalui kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk kegiatan memilah dan mengolah sampah menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur M. Juaini Taofik mengatakan antusiasme masyarakat Lombok Timur untuk mewujudkan berbagai program Pemerintah Provinsi NTB begitu besar, terutama upaya mereka untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari lestari dari setiap desa-desa wisata begitu luar biasa. "Dampak dari antusias masyarakat desa wisata ternyata mendorong desa-desa lain untuk segera berbenah menjadi desa yang bersih dan sehat," ujarnya.

    Menurut Juaini, semangat mereka semakin bertambah setelah pemerintah provinsi memberikan berbagai bantuan fasilitas maupun sarana untuk mendukung upaya pembentukan desa wisata yang ada di Lombok Timur.

    Misalnya bantuan pemprov di desa wisata Kembang Kuning seperti bank sampah, anggaran dan lain-lain. "Alhamdulillah dengan sigapnya, mereka dapat memanfaatkan bantuan tersebut. Sehingga desa Kembang Kuning menjadi layak meraih peringkat pertama lomba kampung sehat se-NTB," kata Juaini.

    Wagub NTB Sitti Rohmi mengatakan semua desa-desa wisata yang pernah dikunjunginya selalu menunjukan progres yang sangat baik. ''Hampir semua desa wisata menawarkan sesuatu hal yang menyenangkan dengan ciri khas keindahan yang tiada tara,'' kata dia.

    Adapun 50 desa wisata sebagai lokasi digelarnya aksi bersih-bersih secara serentak, yaitu di sentra kerajinan anyaman, gerabah, pantai, lembah pegunungan, perkebunan kopi, buah-buahan dan peninggalan warisan sejarah.

    Di Kota Mataram, aksi itu dilakukan di Kota Toea Ampenan, Kelurahan Bintaro, Kelurahan Tanjung Karang dan Kelurahan Sayang-Sayang.

    Di Kabupaten Lombok Barat di desa Lingsar, Desa Banyumulek, Desa Gili Gede, Desa Sekotong Tengah/Tawun, Desa Lembar/pantai Cemara, Desa Sekotong Barat, Desa Pusuk Lestari dan Desa Mekarsari. Sedangkan di Kabupaten Lombok Tengah di Desa Bile Bante, Desa Bonjeruk, Desa Rembitan/Sade, Desa Ende/Sengkol, Desa Sukarara, Desa Aik Berik, Desa Lantan dan Desa Penujak.

    Di Kabupaten Lombok Utara di Desa Senaru, Desa Genggelang, Desa Malaka, Desa Pandanan dan Nipah, Desa Gili indah. Kemudian di Kabupaten Lombok Timur di Desa Sembalun, Desa Kembang Kuning,  Desa Tete Batu, Desa Pesanggerahan, Desa Masbagik Timur, Desa Kuta, Desa Sugian, Desa Senang Galih, Desa Labuan Pandan, Desa Padakguar, Desa Pringgesela, Desa Loyok.

    Di Kabupaten Sumbawa Barat di Desa wisata  Kertasari, Desa Beru, Desa Pototano. Kemudian di Kabupaten Sumbawa di Desa labuan Aji, Desa Labuan Jambu serta di Kabupaten Dompu di Desa Malaju, Desa Nangamiro, Desa Soro, Desa Risa. Terakhir di Kota Bima di Kelurahan Kolo, Kelurahan Lawata.

    Baca jugaAda Taman Rekreasi di Pinggir Kali Kota Mataram Senilai Rp 9,1 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.