Melepas Kangen Suasana Jakarta Sebelum Pandemi Lewat Video 360

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara arus lalulintas kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin 3 Agustus 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak akan menerapkan sanksi tilang pada tiga hari pertama penerapan kembali sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di 25 ruas jalan. TEMPO/Subekti.

    Gambar udara arus lalulintas kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin 3 Agustus 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak akan menerapkan sanksi tilang pada tiga hari pertama penerapan kembali sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di 25 ruas jalan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Terjebak kemacetan di jalan protokol ibu kota Jakarta saat jam pulang kerja terdengar seperti pengalaman yang tak menyenangkan. Tapi saat ini, situasi itu mungkin sedang dirindukan sebagian besar warga sejak pandemi datang.

    Bagi Anda yang kangen rasanya berada di hiruk pikuk ibu kota atau sekadar melihat situasi jalanan atau landscape Jakarta, menonton video satu ini mungkin bisa menjadi obatnya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menghadirkan video 360 tentang Jakarta di laman resmi mereka.

    Video singkat yang diiringi musik latar ceria dibuka dengan pemandangan jalan layang pada siang hari, memperlihatkan suasana ibu kota yang sibuk sepanjang hari dengan kendaraan yang lalu lalang.

    Kamera kemudian bergerak, mengajak penonton melewati flyover Kuningan, kemudian berpindah ke suasana pinggir pantai di Ancol. Ditemani semilir angin laut, terlihat gondola Ancol menghiasi langit, pemandangan untuk orang-orang yang sedang menanti datangnya senja.

    Kamera kembali berpindah lokasi, kali ini dengan pemandangan malam hari dari tempat ikonik di Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia. Dari sudut pandang Patung Selamat Datang, lampu-lampu dari kendaraan yang berseliweran di salah satu tempat populer untuk memotret itu bisa dinikmati untuk menuntaskan rasa kangen beraktivitas seperti dulu kala.

    Air mancur dan lampu warna-warni di Bundaran Hotel Indonesia memperindah suasana, menutup jalan-jalan virtual yang bisa dilakukan dari rumah.

    Selain Jakarta, Kemenparekraf membuat wisata virtual ke 10 desa wisata yang bisa diikuti mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2021. Sebanyak 10 desa wisata yang ditampilkan dalam tur virtual ini di antaranya Pulau Banyak – Aceh Singkil, Desa Belibak – Kepulauan Anambas, Desa Karangduwur- Kebumen Kawasan, Desa Wisata Nanas Madu – Pemalang, Desa Bayan – Lombok Utara, Kawasan Kabola – Pulau Alor, Desa Aisandami – Teluk Wodam, Desa Bajo Mola – Kepulauan Wakatoba, Desa Ngilngof – Kepulauan Kei, dan Desa Sebujit– Bengkayang.

    Desa-desa ini dipilih berdasarkan keunikan dalam segi geografis, budaya, maupun aktivitas atau pengalaman yang ditawarkan, belum atau masih jarang diketahui. Setelah pandemi usai, Anda patut untuk mengunjungi langsung destinasi wisata itu selain kembali ke Jakarta.

    Baca jugaBelum Bisa Liburan? Coba Tur Virtual ke 10 Desa Wisata Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.