Imlek Saat Pandemi, Kue Keranjang Bisa Dipesan Secara Online

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memasukkan kue keranjang ke dalam kardus di rumah industri kue keranjang, Tegal, Jawa Tengah, 30 Januari 2018. Menjelang Imlek, pesanan kue keranjang yang dijual Rp 18.000-22.000 per kilogram itu meningkat hingga 500 persen. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pekerja memasukkan kue keranjang ke dalam kardus di rumah industri kue keranjang, Tegal, Jawa Tengah, 30 Januari 2018. Menjelang Imlek, pesanan kue keranjang yang dijual Rp 18.000-22.000 per kilogram itu meningkat hingga 500 persen. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang perayaan tahun baru Imlek, kue keranjang adalah salah satu panganan yang diburu. Tapi di masa pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti sekarang ini, pembeli sulit bermobilitas untuk berbelanja.

    Karena itu, sejumlah pembuat dan penjual kue keranjang mulai menjual dagangannya secara online. Seperti yang dilakukan Lie Li Hua, pemilik toko Kue Keranjang Keluarga Lie di Tangerang, Banten.

    Ia mengaku sudah berjualan melalui e-commerce sejak tahun lalu saat pandemi mulai menyebar di Indonesia. Ia bahkan menyebut penjualan pada Imlek tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.

    "Lebih meningkat tahun ini. Karena sekarang sebagian orang enggak bikin, jadi order-nya ke kita, ada langganan teman mengenalkan ke kita. Toko-toko ambil di kita," kata Lie, Senin, 8 Februari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Sebagai bagian dari strateginya menyiasati kondisi pandemi, Lie juga menawarkan gratis ongkos kirim untuk pemesan dengan alamat pengiriman berjarak sekitar 10 kilometer dari tempat usahanya. "Kalau jarak dekat enggak pakai ongkos kirim. Ya kira-kira 10 kilometer. Saya di daerah Tangerang, itu masih sih bisa nganter daerah Serpong, Tiga Raksa, Lippo Karawaci, kita antar pribadi," ujarnya.

    Selain pesan antar dan gratis ongkos kirim, tahun ini Lie tidak menaikkan harga kue keranjangnya. Meskipun harga bahan-bahan sudah naik, tapi masih tertutupi dan bisa mendapatkan untung meskipun tidak menaikkan harga jual.

    "Untuk tahun ini kita tidak naikin harga biarpun bahan bakunya naik tapi kita enggak naikin harga, seperti tahun kemarin, itu salah satu strateginya," kata Lie.

    Seperti halnya Lie, penjual kue keranjang di Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat, Herman juga mengandalkan layanan pesan antar untuk beradaptasi dengan situasi pandemi. "Sekarang kita service, kita kirim pakai ojek online atau apa atau kita kirim sendiri. Lebih capek emang, luar biasa harus keliling tapi gimana lagi," ujarnya.

    Herman selama ini memasarkan kue keranjangnya lewat media sosial, seperti Instagram dan pemesanan ia terima melalui short message service (SMS) dan WhatsApp. Ia belum merambah ke e-commerce.

    Pemerintah telah mengimbau dan mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan penjualan agar bisa bertahan menghadapi pandemi COVID-19. Sejumlah pedagang kue keranjang telah mengaplikasikannya.

    Baca jugaPPKM Mikro di Yogya: Wisatawan Tak Punya Hasil Swab Antigen akan Disuruh Pulang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?