Menikmati Kolam Mandala di Lombok, Konon Tempat Mandi Para Bidadari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di kolam pemandian Mandala, Lombok. Dok.bayan-lombokutara desa.id

    Suasana di kolam pemandian Mandala, Lombok. Dok.bayan-lombokutara desa.id

    TEMPO.CO, Mataram - Kolam renang alami di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara tidak sekadar kolam pemandian biasa. Warga setempat percaya kolam Mandala, yang airnya berasal dari sela akar-akar pohon hutan adat Mandala itu bisa menyembuhkan beragam penyakit.

    Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah sempat menjajal kesegaran air kolam itu saat berkunjung ke desa Bayan pada Sabtu, 30 Januari lalu. "Airnya sangat jernih dan menyegarkan, sehingga masyarakat di sekitarnya menyebut jika mandi di kolam itu sakit seperti ngeriq awak (meriang) bisa sembuh," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik NTB I Gede Putu Aryad yang mengikuti perjalanan tersebut kepada Tempo, Kamis, 4 Februari 2021.

    Kolam pemandian Mandala ini lokasinya berada di dusun Mandala yang memiliki ketinggian 300 meter di atas permukaan laut di tengah hutan adat Mandala. Di dalam hutan adat Mandala itu tumbuh ragam pepohonan seperti pohon Bajur, Kenari, Koak (are) dan Aren dan pohon kayu alam Mitak yang mengandung getah.

    Kolam renang tersebut berjarak sekitar 800 meter ke arah atas selatan dari kantor Desa Bayan. ''Di sini ada mata air bidadari yang arealnya seluas delapan hektare,'' kata Kepala Desa Bayan Satradi.

    Semula kolam alami ini hanya dibatasi bebatuan. Kemudian ada dana bantuan dari British Council - Bank Mandiri yang digunakan untuk memperindah kolam. Kini kolam itu berubah berlantai dan dinding keramik. Kolam dewasa berukuran 12 x 5 meter dan untuk anak-anak 5 x 7 meter.

    Pengunjungnya pun kini tidak hanya datang dari Kabupaten Lombok Utara saja tetapi juga dari Kota Mataram yang berjarak 80an kilometer, Kabupaten Lombok Barat bahkan Kabupaten Lombok Timur dan wisatawan mancanegara selain para pendaki Rinjani.

    Selain kolam Mandala, Desa Bayan memang memiliki potensi pariwisata. Di sana ada masjid Kuno yang dimiliki oleh penganut adat budaya Islam Wetu Telu, rumah adat Bayan, Karang Salah dan Bat Orong.

    Baca jugaCara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Bagi Dana Hibah Pariwisata Rp 15 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.