Rayakan Imlek, Taman Safari Indonesia Kenalkan Satwa Baru dari Gunung Himalaya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istana Panda Indonesia di Taman Safari Indonesia

    Istana Panda Indonesia di Taman Safari Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Safari Indonesia Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan turut merayakan hari raya Imlek 2021 yang jatuh pada 12 Februari mendatang. Perayaan akan dipusatkan di Istana Panda Indonesia dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

    "Acara ini juga dikemas lebih sederhana, hal ini mengingat situasi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir," kata General Manager TSI Cisarua, Emeraldo Parengkuan, Senin, 1 Februari 2021.

    Rangkaian acara Imlek itu akan berlangsung selama tiga hari sejak Jumat, 21 Februari mendatang. "Acara sendiri dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga sore hari," kata Aldo.

    Beberapa acara yang digelar antara lain atraksi liong dan barongsai yang merupakan ikon perayaan Imlek serta pertunjukan dari para penari khas Tiongkok. TSI Cisarua juga akan memperkenalkan satwa takin, satu-satunya jenis satwa yang hanya bisa dilihat di Istana Panda Indonesia, maupun di Kawasan Asia tenggara.

    Takin atau Bidorcas Taxicolor merupakan satwa yang hidup di daerah Pegunungan Himalaya. Hewan tersebut memiliki panjang tubuh mencapai 1,2 meter.

    "Pengenalan takin ini dikemas dalam acara 'keeper talk' yang akan berlangsung pada pukul 14.00 WIB, dan pengunjung dapat berinteraksi dengan perawat satwa (keeper) yang akan menjelaskan keberadaan satwa unik ini," kata Aldo.

     

    Untuk memeriahkan suasana Imlek, Taman Safari Indonesia juga telah memasang berbagai dekorasi dengan ornamen yang didominasi warna merah disertai gantungan lampion di setiap sudut.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.