Wisata di Taman Nasional Mauritania Ditutup Akibat Wabah Flu Burung

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pelikan berkumpul di sebuah bendungan Mishmar HaSharon, Israel, 13 Oktober 2016. Ribuan ekor burung pelikan putih besar ini mampir ke Israel dalam migrasi ke Afrika. AP Photo

    Ribuan pelikan berkumpul di sebuah bendungan Mishmar HaSharon, Israel, 13 Oktober 2016. Ribuan ekor burung pelikan putih besar ini mampir ke Israel dalam migrasi ke Afrika. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus flu burung atau H5N1 telah menyebabkan sekitar 245 anak burung dan puluhan burung pelikan dewasa mati di Taman Nasional Mauritania. Lokasi tersebut berbatasan dengan daerah Senegal utara, yang dilanda virus tersebut, menurut Kementerian Lingkungan Mauritania, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Bangkai burung ditemukan di lahan basah Taman Nasional Diawling, yang berada di bagian Mauritania dari delta sungai Senegal dan menampung lebih dari 250 spesies burung.

    Otoritas setempat pun memutuskan untuk menutup sementara taman tersebut dan menghentikan seluruh kegiatan wisata di daerah itu.

    Peristiwa itu menyusul temuan ratusan bangkai pelikan di cagar alam burung Senegal di sisi lain sungai tersebut pada 23 Januari lalu. Ratusan pelikan itu kemudian dipastikan mati akibat H5N1.

    Awal Januari lalu, Senegal melaporkan wabah flu burung di salah satu peternakan unggas di kawasan Thies, yang berujung pada pemusnahan sekitar 100 ribu ekor ayam. Belum diketahui apakah wabah tersebut masih berkaitan satu sama lain.

    Baca juga: Wisata ke Taman Nasional Tangkoko Sulawesi Utara, Ada Monyet Sekepalan Tangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.